Pencarian

Prevalensi Ketidakcukupan Pangan di Lampung Selatan Turun 3,05% dalam Lima Tahun, Tapi Masih di Atas Rata-Rata Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 • 16:17:31 WIB
Prevalensi Ketidakcukupan Pangan di Lampung Selatan Turun 3,05% dalam Lima Tahun, Tapi Masih di Atas Rata-Rata Nasional
Petugas menunjukkan data prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan di Lampung Selatan yang turun 3,05% dalam lima tahun terakhir.

LAMPUNG SELATAN — Kondisi kerawanan pangan di Lampung Selatan perlahan membaik. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan atau Prevalence of Undernourishment (PoU) di kabupaten ini turun 3,05% dalam lima tahun terakhir.

Pada 2025, angka PoU Lampung Selatan mencapai 9,28%. Angka itu turun 0,63% dari 9,91% pada tahun sebelumnya. Namun, capaian ini masih belum bisa menyamai rata-rata nasional yang sebesar 7,89%.

Apa Itu PoU dan Mengapa Angka Ini Penting?

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU menggambarkan kondisi seseorang yang secara reguler mengonsumsi jumlah makanan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan energi. Indikator ini menjadi alat utama untuk melihat kerawanan pangan dan gizi di suatu wilayah.

Artinya, di Lampung Selatan, masih ada 9,28 dari setiap 100 penduduk yang kebutuhan energinya tidak terpenuhi meski sudah makan. Mereka tidak mengalami kelaparan akut, tetapi asupan gizinya kurang untuk hidup aktif dan sehat.

Peringkat Ketiga di Provinsi Lampung

Di antara 14 kabupaten/kota di Provinsi Lampung, PoU Lampung Selatan berada di urutan ketiga terendah. Wilayah dengan angka paling baik adalah Kota Metro dengan 8,96%, disusul Kota Bandar Lampung 9,22%.

Sebaliknya, Kabupaten Pringsewu menjadi daerah dengan PoU tertinggi sebesar 11,58%. Sepuluh besar kabupaten/kota dengan PoU terendah di Lampung pada 2025:

  • Kota Metro: 8,96%
  • Kota Bandar Lampung: 9,22%
  • Kabupaten Lampung Selatan: 9,28%
  • Kabupaten Way Kanan: 9,46%
  • Kabupaten Pesisir Barat: 9,64%
  • Kabupaten Tulang Bawang: 10,08%
  • Kabupaten Pesawaran: 10,23%
  • Kabupaten Lampung Barat: 10,29%
  • Kabupaten Lampung Utara: 10,56%
  • Kabupaten Lampung Tengah: 10,96%

Penurunan Lima Tahun: Tanda Perbaikan?

Penurunan 3,05% dalam setengah dekade menunjukkan tren positif. Namun, jarak dengan rata-rata nasional yang masih cukup lebar menandakan perlu ada percepatan program ketahanan pangan di tingkat desa dan kecamatan.

Data ini menjadi bahan evaluasi bagi pemkab setempat. Akses terhadap pangan bergizi, stabilitas harga, serta distribusi di wilayah pelosok menjadi faktor kunci yang memengaruhi angka PoU ke depan.

Bagikan
Sumber: databoks.katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks