LAMPUNG — Google resmi mengumumkan pengalaman migrasi baru yang tertanam langsung di sistem Android 17 pada Rabu (17/9). Langkah ini dirancang untuk menurunkan hambatan perpindahan ekosistem smartphone, terutama bagi pengguna iPhone yang selama ini enggan beralih karena rumitnya proses transfer data.
Dengan metode anyar ini, pengguna tak perlu lagi mengunduh aplikasi pihak ketiga. Cukup sambungkan kedua perangkat secara nirkabel, proses pemindahan data berjalan otomatis saat pengaturan awal perangkat Android.
Jenis Data yang Bisa Dipindahkan
Tidak seperti metode sebelumnya yang terbatas pada kontak, foto, dan pesan, fitur anyar ini mendukung lebih banyak tipe data. Berikut daftar lengkapnya berdasarkan pengumuman Google:
- Foto dan video
- Kontak dan pesan
- Kalender
- Akun Google
- Kata sandi (passwords)
- Kredensial Wi-Fi
- eSIM
Penambahan dukungan eSIM menjadi nilai lebih karena pengguna tak perlu lagi mengatur ulang profil operator seluler secara manual. Cukup ikuti panduan di layar, nomor telepon dan paket data aktif langsung pindah ke perangkat Android baru.
Perangkat Pertama yang Mendapatkan Fitur Ini
Pembaruan migrasi sudah mulai menjangkau perangkat Pixel tertentu. Google juga mengonfirmasi bahwa fitur ini tersedia di seri Samsung Galaxy Z Flip8 dan Z Fold8 yang baru saja diperkenalkan. Kedua ponsel lipat anyar Samsung itu menjadi perangkat non-Pixel pertama yang membawa pengalaman migrasi bawaan Android 17.
Google berjanji akan memperluas ketersediaan fitur ini ke lebih banyak perangkat Android dalam waktu dekat. Namun, belum ada jadwal pasti kapan ponsel dari merek lain seperti Xiaomi, Oppo, atau vivo akan mendapatkan pembaruan serupa.
Dampak bagi Pengguna di Indonesia
Bagi pengguna Indonesia yang selama ini bertahan di ekosistem iPhone karena proses migrasi data yang merepotkan, fitur ini bisa menjadi alasan kuat untuk beralih. Terlebih, pengguna bisa memindahkan kredensial Wi-Fi dan eSIM — dua elemen yang kerap menjadi momok saat ganti ponsel.
Namun, perlu dicatat bahwa fitur ini baru tersedia di perangkat yang menjalankan Android 17. Pemilik ponsel Android lawas atau yang masih menunggu pembaruan sistem operasi belum bisa menikmati kemudahan ini.
Dengan integrasi migrasi langsung di level sistem, Google berharap bisa menarik lebih banyak pengguna iPhone ke Android tanpa perlu khawatir kehilangan data penting. Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa persaingan ekosistem smartphone kian memanas, di mana kemudahan onboarding menjadi senjata baru untuk merebut hati konsumen.