Pencarian

Pengeluaran Warga Way Kanan Tembus Rp1,29 Juta per Bulan pada 2025, Paling Banyak untuk Belanja Makan

Selasa, 21 Juli 2026 • 08:43:31 WIB
Pengeluaran Warga Way Kanan Tembus Rp1,29 Juta per Bulan pada 2025, Paling Banyak untuk Belanja Makan
Rata-rata pengeluaran per kapita warga Way Kanan pada 2025 mencapai Rp1,29 juta per bulan, meningkat Rp34.164 dibandingkan tahun sebelumnya.

WAY KANAN — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita di Kabupaten Way Kanan sebesar Rp1.285.183 per bulan pada 2025. Nilai itu meningkat Rp34.164 dari posisi 2024 yang sebesar Rp1,25 juta, berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas).

Dari total pengeluaran tersebut, sebanyak Rp722.179 atau 56,19 persen dibelanjakan untuk kebutuhan makanan. Sisanya, Rp563.004 atau 43,81 persen, dialokasikan untuk kebutuhan bukan makanan seperti perumahan, pendidikan, dan transportasi.

Proporsi Belanja Makanan Indikasikan Daya Beli

Porsi belanja makanan yang masih lebih dari separuh total pengeluaran menjadi indikator penting. Secara teori, semakin besar pangsa pengeluaran untuk makanan, semakin rendah tingkat kesejahteraan masyarakat (Hukum Engel).

Artinya, sebagian besar pendapatan warga Way Kanan masih terserap untuk memenuhi kebutuhan pokok harian, bukan untuk tabungan atau konsumsi sekunder. Kondisi ini lazim ditemukan di daerah dengan struktur ekonomi agraris.

Peringkat Way Kanan di Lampung dan Nasional

Dengan angka Rp1,29 juta per bulan, Way Kanan menempati peringkat kelima dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Di level nasional, posisi daerah ini berada di urutan ke-352 dari 514 kabupaten/kota se-Indonesia.

Peringkat tersebut menunjukkan bahwa pengeluaran warga Way Kanan masih berada di kisaran menengah bawah secara nasional. Meski demikian, kenaikan tahunan sebesar 2,73 persen menandakan adanya perbaikan daya beli secara bertahap.

Data Bersumber dari Susenas BPS

Seluruh data yang dirilis merupakan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilakukan BPS setiap tahun. Survei ini mengukur pola konsumsi rumah tangga sebagai proksi dari kesejahteraan penduduk.

Pemerintah daerah dapat memanfaatkan data ini untuk merancang kebijakan pengendalian harga pangan dan penguatan sektor riil. Sebab, dominasi belanja makanan yang tinggi membuat warga rentan terhadap fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Bagikan
Sumber: databoks.katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks