LAMPUNG SELATAN — Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Lampung Selatan mendorong Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) setempat turun tangan. Sebanyak 4.000 liter air bersih dikirimkan ke Desa Babatan, Kecamatan Katibung, untuk meringankan beban warga yang kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau.
Distribusi air bersih ini dilakukan menggunakan armada tangki milik Damkarmat. Petugas langsung mengalirkan air ke penampungan warga di beberapa titik yang paling membutuhkan.
Mengapa Desa Babatan Jadi Prioritas?
Desa Babatan menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak kekeringan di Lampung Selatan. Sumber air yang biasa digunakan warga, seperti sumur dan mata air, mulai menyusut drastis dalam beberapa pekan terakhir. Akibatnya, warga terpaksa membeli air bersih dengan harga yang lebih mahal atau menunggu bantuan dari pemerintah daerah.
Kondisi ini memicu respons cepat dari Damkarmat. Selain distribusi air, pihaknya juga memantau perkembangan situasi di desa-desa lain yang berpotensi mengalami krisis serupa.
Bantuan Berkelanjutan atau Sekadar Darurat?
Kepala Damkarmat Lampung Selatan, melalui keterangan yang diterima, menyebutkan bahwa pendistribusian air bersih ini merupakan bagian dari respons cepat terhadap laporan warga. Pihaknya akan terus mengevaluasi kebutuhan air bersih di wilayah tersebut dan menyiagakan armada jika kondisi kemarau semakin parah.
“Kami berupaya memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi selama musim kemarau. Jika ada desa lain yang melapor, kami siap bergerak,” ujar perwakilan Damkarmat dalam keterangan resmi.
Antisipasi Kemarau di Lampung Selatan
Musim kemarau tahun ini diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mengimbau warga untuk mulai melakukan penghematan air dan melaporkan jika mengalami krisis air bersih ke posko-posko terdekat atau langsung ke kantor Damkarmat.
Distribusi 4.000 liter air bersih ke Desa Babatan diharapkan bisa memenuhi kebutuhan warga setidaknya untuk beberapa hari ke depan. Damkarmat juga menyiagakan dua unit mobil tangki untuk mengantisipasi permintaan bantuan dari desa-desa lain yang mulai merasakan dampak kekeringan.