LAMPUNG TIMUR — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyambangi sentra pertanian ubi kayu di Desa Muara Jaya, Lampung Timur, Rabu kemarin. Kehadirannya disambut sekitar 600 anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang menyampaikan empat persoalan utama: harga eceran tertinggi (HET) singkong, alat mesin pertanian, akses pupuk bersubsidi, dan jalan rusak.
Harga Singkong dan Regulasi Impor
Dalam dialog, perwakilan petani mendesak penyesuaian HET singkong yang dinilai belum menguntungkan petani. Gibran menegaskan bahwa negara akan hadir melindungi petani lokal melalui regulasi yang membatasi keran impor produk turunan singkong.
"Masalah HET nanti segera didiskusikan dengan pimpinan kami. Lalu standarisasi alat ukur dan kadar aci. Jika tiga poin tersebut sudah jelas, saya yakin harga akan stabil, tidak fluktuatif lagi, dan untuk masalah kesejahteraan pasti akan meningkat," papar Gibran, dikutip Kamis (16/7).
Jalan Rusak dan Jembatan Putus Sejak 2016
Selain soal tata niaga, petani juga mengeluhkan akses jalan berlubang yang menghambat distribusi hasil panen. Gibran mengaku sudah hafal dengan aduan tersebut dan memilih solusi kolaboratif ketimbang saling menyalahkan pemerintah daerah.
"Masalah aspal, saya kira tidak perlu lempar-lemparan ke gubernur atau bupati. Nanti kami coba usahakan agar titik-titik yang memang menopang kegiatan ekonomi akan diprioritaskan," tegasnya.
Kondisi infrastruktur paling parah terlihat di Jembatan Way Bungur. Akses penghubung antardesa ini putus total sejak 2016, memaksa warga dan anak sekolah menyeberang menggunakan perahu kayu selama bertahun-tahun. Wapres memastikan penanganan akses vital itu masuk agenda prioritas pusat.
Harapan Petani Setelah Kedatangan Wapres
Joko, perwakilan Gapoktan, menyambut positif pernyataan Gibran. Ia berharap kedatangan jajaran eksekutif mampu membawa angin segar bagi peningkatan budidaya pertanian di Lampung Timur. Petani juga mendorong suntikan modal koperasi agar akses pupuk bersubsidi lebih mudah.
Usai menuntaskan agenda di Lampung, rombongan Wapres dijadwalkan bertolak ke Palembang, Sumatera Selatan, pada Kamis (16/7). Di sana, Gibran akan meninjau layanan RSUD Siti Fatimah, progres Tol Trans Sumatera di Jembatan Musi V, dan fasilitas Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) Keramasan.