BANDAR LAMPUNG — Lampung resmi mencatatkan rekor peserta terbanyak saat menjadi tuan rumah seri penutup Kejuaraan Internasional Kesatria Nusantara PBTI Series. Ajang yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Lampung, 10-12 Juli 2026, ini merupakan seri kelima sekaligus babak pamungkas dari rangkaian kompetisi nasional menuju 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championship 2026.
Ketua Pengprov TI Lampung, Ali Hanafiah, menyatakan bahwa kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi rutin. Ia menyebut ajang ini menjadi wadah strategis untuk menjaring bibit atlet potensial masa depan.
"Kami menargetkan mampu meraih dua medali emas, pada Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang, dengan dukungan tim talent scouting dari PB TI yang memantau langsung para atlet," ungkap Ali Hanafiah.
Rekor Peserta dan Dampak Ekonomi Daerah
Seri penutup di Lampung berhasil mencatatkan jumlah peserta terbanyak dibandingkan empat seri sebelumnya. Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, mengatakan penyelenggaraan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan pengalaman Pengprov TI Lampung dalam menggelar even berskala nasional hingga internasional.
Kejuaraan ini juga sejalan dengan upaya membangun sumber daya manusia (SDM) unggul melalui olahraga, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. PBTI berharap ajang penutup ini sukses menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.
Dukungan Tim Pencari Bakat Pusat
Kehadiran tim pencari bakat dari PB TI pusat menjadi faktor kunci optimisme Lampung. Mereka memantau langsung performa atlet selama tiga hari pertandingan. Ali Hanafiah berharap hasil pemantauan ini bisa mendongkrak target prestasi Lampung ke depan, terutama pada ajang PON.
Kejuaraan Internasional Kesatria Nusantara PBTI Series ini diinisiasi oleh Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) sebagai bagian dari persiapan menuju kejuaraan Asia. Lampung dipercaya menjadi tuan rumah seri pamungkas setelah empat seri sebelumnya berlangsung di kota-kota lain di Indonesia.