Pencarian

Polisi Salah Tangkap Jurnalis Mobil Akibat Data Plat Nomor Keliru di Sistem Kamera AI

Sabtu, 11 Juli 2026 • 18:01:31 WIB
Polisi Salah Tangkap Jurnalis Mobil Akibat Data Plat Nomor Keliru di Sistem Kamera AI
Polisi Lampung salah tangkap jurnalis akibat kesalahan data plat nomor di sistem kamera AI.

LAMPUNG — Kejadian bermula saat Feder mengemudikan mobil pinjaman Range Rover senilai Rp 2,5 miliar (US$155.000) yang dilengkapi plat New Jersey bernomor 34 10 DTM. Angka "10" pada plat tersebut dicetak dengan ukuran font lebih kecil dari standar umum. Desain non-standar ini merupakan plat khusus untuk kendaraan pabrikan, dengan tulisan "VEHICLE MFR" di bagian bawah plat.

Akar Masalah: Dua Kesalahan Berlapis

Masalah pertama berasal dari laporan polisi Los Angeles (LAPD) tentang plat nomor hilang yang hanya mencatat "34 DTM" tanpa menyertakan angka kecil di dalamnya. Padahal, plat yang benar-benar hilang adalah 34 03 DTM. Akibatnya, sistem Flock hanya membaca angka dan huruf berukuran besar pada plat Feder, yaitu "34 DTM", dan mengabaikan angka "10" yang lebih kecil.

Kesalahan data ini membuat sistem Flock menandai seluruh kendaraan dengan pola plat 34 ## DTM sebagai kendaraan curian. Sistem kemudian mengirimkan peringatan ke seluruh kepolisian yang terhubung dengan jaringan Flock. Feder menyebut bahwa setidaknya ada empat kendaraan lain dengan pola plat serupa yang sedang dilacak di Minnesota.

Kronologi Pengintaian dan Penghentian Paksa

Polisi setempat mengaku sudah melacak kendaraan Feder selama beberapa hari menggunakan kamera AI Flock. Namun, pelacakan sering terputus karena Feder memarkir mobil di garasi tertutup rumahnya. Saat Feder berhenti di sebuah toko ritel, polisi langsung bergerak cepat dan mengepung mobilnya untuk mencegah pelarian.

"Saya ditanyai mengapa saya dihentikan, dan petugas mengatakan plat mobil saya dilaporkan curian serta mereka sudah melacak saya selama berhari-hari menggunakan aplikasi Flock," ujar Feder. Setelah hampir satu jam melakukan verifikasi ke pabrikan Jaguar Land Rover, polisi akhirnya memastikan bahwa kendaraan dan plat yang digunakan Feder bukan barang curian.

Peringatan Pasca-Insiden dan Risiko Keamanan

Meski kasus sudah selesai, petugas menyarankan Feder untuk langsung pulang. Alasannya, kepolisian lain yang juga menggunakan sistem Flock mungkin belum mengetahui pembaruan data tersebut, sehingga Feder berisiko dihentikan kembali dengan tuduhan serupa. Feder bahkan mendapat peringatan dari Plymouth Police bahwa jika insiden terjadi di Minneapolis, polisi akan menghentikannya dengan senjata terhunus.

Rekam Jejak Kontroversi Flock AI

Insiden ini menambah panjang daftar kontroversi yang membayangi sistem kamera AI Flock. Sebelumnya, beberapa petugas polisi ditangkap karena menyalahgunakan layanan ini untuk menguntit pasangan romantis. Kasus penyalahgunaan ini memicu gelombang penolakan dari warga terhadap penggunaan teknologi pengawasan tersebut. Di Texas, seorang anggota dewan kota bahkan mengusulkan larangan total terhadap perangkat seluler dan GPS setelah tekanan publik menyebabkan layanan Flock dihentikan di wilayahnya.

Bagikan
Sumber: tomshardware.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks