BANDAR LAMPUNG — Puluhan petugas surveilans dari Kabupaten Lampung Selatan mengikuti kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) PD3I di Puskesmas Rawat Inap Way Kandis, Kota Bandar Lampung, baru-baru ini. Kegiatan ini difasilitasi oleh PT Tiga Pilar Cakrawala dengan pendampingan dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.
Mengapa Pelatihan Ini Penting untuk Lampung Selatan?
PD3I mencakup penyakit seperti campak, rubela, polio, dan difteri yang masih menjadi ancaman di beberapa daerah. Petugas surveilans dituntut mampu mendeteksi kasus sejak dini agar respons cepat bisa dilakukan sebelum meluas menjadi KLB. Pelatihan ini menjadi bekal bagi mereka untuk memperkuat sistem kewaspadaan di lapangan.
Noviani, SKM, M.Epid, fasilitator dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, memberikan arahan langsung kepada peserta. Ia menekankan pentingnya akurasi data dalam pelaporan kasus PD3I sebagai dasar pengambilan keputusan di bidang kesehatan masyarakat.
Materi yang Dipelajari: Dari Pencatatan Hingga Respons KLB
Penanggung Jawab Surveilans Puskesmas Rawat Inap Way Kandis, Theresia Suwarni, S.Tr.Keb, memaparkan secara rinci alur pencatatan dan pelaporan kasus PD3I. Ia juga mengajarkan teknik analisis data surveilans serta langkah-langkah penanggulangan apabila terjadi KLB di wilayah kerja puskesmas.
Setelah sesi materi, peserta mengikuti diskusi interaktif dan praktik lapangan. Mereka terjun langsung ke proses pengumpulan data, analisis epidemiologi, hingga mekanisme pelaporan yang sesuai standar di fasilitas pelayanan kesehatan.
Harapan: Data Akurat, Respons Cepat
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi petugas surveilans di Lampung Selatan. Dengan pemahaman yang lebih baik, mereka diharapkan lebih siap melakukan deteksi dini, memberikan respons cepat terhadap potensi KLB, serta menyajikan data surveilans yang akurat.
Puskesmas Rawat Inap Way Kandis kembali menunjukkan perannya sebagai pusat pembelajaran dan penguatan kapasitas tenaga kesehatan di Provinsi Lampung. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendukung keberhasilan program imunisasi dan pengendalian penyakit menular.