BANDARLAMPUNG — Ketua Pelaksana Satgas MBG Provinsi Lampung Saipul mengatakan, dari 93 unit dapur yang direncanakan awalnya, hanya 91 yang pembangunannya berlanjut. Dua unit dapur di lokasi yang belum teridentifikasi dinyatakan gagal bangun.
“Dari yang kemarin direncanakan terbangun untuk dapur SPPG MBG di daerah 3T sebanyak 93 unit, saat ini yang melanjutkan pembangunan laporannya yang kami terima itu ada 91 unit. Jadi yang dua unit gagal, namun kami belum mendapatkan titik tepat lokasinya,” ujar Saipul di Bandarlampung, Senin.
Terbanyak di Lampung Barat dan Pesisir Barat
Pembangunan dapur SPPG ini tersebar di beberapa kabupaten. Saipul menyebut, konsentrasi terbanyak ada di Kabupaten Lampung Barat dan Pesisir Barat — dua daerah yang aksesnya cukup jauh dari pusat kota.
“Pembangunan dapur di daerah 3T ini memang paling banyak ada di Kabupaten Lampung Barat dan Kabupaten Pesisir Barat yang daerahnya pun cukup jauh. Namun ada juga di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung Selatan, serta Pesawaran,” ucap Saipul.
31 Titik di Lahan Pemda, Belum Ada yang Beroperasi
Selain di daerah 3T, sebanyak 31 titik dapur SPPG dibangun di atas lahan milik pemerintah daerah yang tersebar di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. Namun, seluruh dapur — termasuk yang di lahan pemda — belum ada yang beroperasi.
“Untuk operasional dapur, baik yang berada di lahan pemerintah daerah ataupun di daerah 3T, belum ada yang operasional karena masih menunggu petunjuk teknis serta penyelesaian persiapan pembangunan sarana dan prasarananya,” kata Saipul.
Target: Jangkau Penerima Manfaat di Kepulauan dan Pedalaman
Pembangunan dapur di wilayah 3T ini didorong oleh kebutuhan menjangkau penerima manfaat yang tinggal di kepulauan maupun daerah pedalaman. Program MBG dirancang agar warga di pelosok tetap mendapat akses gizi gratis tanpa terkendala jarak.
“Sampai sekarang belum ada perubahan, 91 unit dapur proses pembangunannya masih terus berlangsung. Tidak ada pengurangan ataupun penambahan, serta untuk dua unit dapur tetap tidak jadi di bangun,” katanya.
Putaran Uang Capai Rp1 Triliun di 2025
Saipul menambahkan, meskipun pembangunan dapur belum rampung, dampak ekonomi dari program MBG di Lampung sudah terasa. Sepanjang 2025, rata-rata uang yang berputar dari operasional program ini mencapai Rp1 triliun.
“Dalam operasional program ini di 2025 kemarin di Lampung itu rata-rata uang yang berputar mencapai Rp1 triliun, jadi ekonomi daerah juga ikut berjalan dengan baik,” ujar Saipul.