BANDARLAMPUNG — Provinsi Lampung yang terdiri dari beragam suku, agama, dan budaya dinilai memiliki modal sosial kuat untuk mewujudkan pelayanan publik berbasis hak asasi manusia. Wakil Gubernur Jihan Nurlela menyebut semangat Sakai Sambayan, gotong royong, dan Nemui Nyimah menjadi etalase implementasi nilai-nilai HAM di daerah setempat.
"Keberagaman tersebut menjadi etalase yang baik dalam implementasi nilai-nilai hak asasi manusia," ujar Jihan dalam keterangan resmi yang diterima di Bandarlampung.
Prioritas pada Akses Kesehatan, Pendidikan, dan Bansos Tepat Sasaran
Pemerintah Provinsi Lampung, menurut Jihan, terus menempatkan pelayanan publik sebagai prioritas utama. Pelayanan yang cepat, mudah, ramah, dan berpihak kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan dan penyandang disabilitas, menjadi standar yang dikejar.
Dia menjelaskan, membangun Lampung bukan hanya soal fisik. "Yang tidak kalah penting adalah memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang mudah, merasa aman, serta memiliki kesempatan yang sama dalam pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, maupun hak-hak dasar lainnya," kata dia.
Pemprov juga memperkuat perlindungan terhadap kelompok rentan, meningkatkan akses pendidikan dan kesehatan, serta menyalurkan bantuan sosial yang tepat sasaran. Upaya menjaga kerukunan sosial di tengah masyarakat majemuk turut menjadi perhatian.
Tantangan Agraria dan Sinergi dengan Pemerintah Pusat
Meski optimistis, Jihan mengakui masih ada sejumlah tantangan dalam pemenuhan HAM di Lampung. Persoalan agraria dan isu-isu strategis lainnya disebut memerlukan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah.
"Kami ingin setiap kebijakan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, kami membutuhkan kolaborasi yang kuat bersama pemerintah pusat dalam menyelesaikan berbagai persoalan tersebut," ujarnya.
ASN sebagai Wajah Negara di Mata Warga
Wagub mengingatkan bahwa aparatur sipil negara merupakan representasi pemerintah bagi masyarakat. Kualitas pelayanan yang diberikan menjadi indikator utama hadirnya negara di tengah warga.
Melalui kegiatan penguatan kapasitas, Jihan berharap seluruh ASN semakin memahami prinsip-prinsip HAM dan mampu mengimplementasikannya dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Targetnya, terwujud pemerintahan yang profesional, humanis, serta mampu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat Lampung.