Pencarian

Pemkab Tanggamus Matangkan Program Makan Bergizi Gratis 2026, 72 Dapur SPPG Beroperasi untuk Generasi Unggul

Selasa, 30 Juni 2026 • 16:37:31 WIB
Pemkab Tanggamus Matangkan Program Makan Bergizi Gratis 2026, 72 Dapur SPPG Beroperasi untuk Generasi Unggul
Wakil Bupati Tanggamus membuka rapat koordinasi program Makan Bergizi Gratis 2026 di Aula Serumpun Padi, Gisting.

TANGGAMUS — Sebanyak 72 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) aglomerasi kini telah beroperasi penuh di Kabupaten Tanggamus. Pemerintah daerah juga menunggu operasional tiga SPPG tambahan di wilayah 3T yang telah selesai dibangun, yakni di Pekon Martanda, Kaur Gading, dan Karang Brak, Kecamatan Pematang Sawa, serta Pekon Sawang Balak, Kecamatan Cukuh Balak.

Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pembagian makanan. "Ini adalah intervensi strategis negara dan investasi jangka panjang yang sangat berharga untuk melahirkan generasi yang kuat secara fisik, cerdas, dan bermental tangguh," ujarnya saat membuka rapat koordinasi di Aula Serumpun Padi, Gisting, Selasa (30/6/2026).

Ketepatan Sasaran Jadi Prioritas Utama

Agus meminta seluruh SPPG memastikan sinkronisasi data penerima manfaat akurat berdasarkan nama, alamat, dan sekolah. Hal ini juga berlaku untuk sasaran kelompok 3B, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, agar bantuan gizi benar-benar tepat sasaran.

Ia juga mengingatkan agar program ini tidak dipahami sebagai pengganti kewajiban orang tua. Wakil bupati mengimbau camat, kepala pekon, dan kepala sekolah memberikan edukasi bahwa MBG merupakan tambahan asupan gizi dari pemerintah.

Anggaran Besar Harus Putar Roda Ekonomi Lokal

Dalam arahannya, Agus menekankan pemanfaatan hasil produksi lokal untuk kebutuhan dapur SPPG. "Anggaran besar yang turun untuk program ini harus berputar di Kabupaten Tanggamus. Beli beras dari petani lokal, sayur dari KWT, telur, ikan, dan daging dari peternak daerah. Jadikan program ini sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan," tegasnya.

Pemerintah daerah menggandeng petani, peternak, nelayan, Kelompok Wanita Tani (KWT), pelaku UMKM, hingga lembaga ekonomi desa sebagai pemasok kebutuhan dapur SPPG. Langkah ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap perekonomian daerah.

Pengawasan Ketat Menu dan Larangan Korupsi

Dinas Kesehatan bersama tenaga ahli gizi diminta memperketat pengawasan terhadap kualitas menu dan keamanan pangan. Agus memastikan makanan yang diberikan memenuhi standar gizi seimbang sekaligus higienis.

Ia juga meminta Inspektorat melakukan pendampingan terhadap seluruh proses pelaksanaan program. "Saya tegaskan, satu rupiah pun yang diperuntukkan bagi perut anak-anak kita tidak boleh dikorupsi," ujarnya, seraya mengajak aparat penegak hukum turut mengawal program tersebut.

Menutup sambutannya, Agus mengajak seluruh pihak meninggalkan ego sektoral. "Kalau kita berhasil merapatkan barisan, membuang ego sektoral, dan bekerja dengan tulus, insyaallah kita sedang mencetak sejarah kebangkitan generasi unggul dari tanah yang kita cintai ini," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: tintainformasi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks