Pencarian

Tokoh Adat Enam Desa di Lampung Timur Siap Sambut Jokowi, Nurdin Bantah Adanya Penolakan Kunjungan ke Pugung Raharjo

Selasa, 30 Juni 2026 • 13:32:31 WIB
Tokoh Adat Enam Desa di Lampung Timur Siap Sambut Jokowi, Nurdin Bantah Adanya Penolakan Kunjungan ke Pugung Raharjo
Tokoh adat dari enam desa di Lampung Timur menyatakan kesiapan menyambut kunjungan Presiden Jokowi.

LAMPUNG TIMUR — Beredarnya informasi mengenai penolakan tokoh adat terhadap rencana kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke kawasan Taman Purbakala Pugung Raharjo langsung dibantah oleh Ketua Bela Budaya Lampung Timur, Nurdin. Ia menyebut kabar tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Menurut Nurdin, para tokoh adat dari enam desa di sekitar kawasan purbakala justru telah menyatakan dukungan dan kesiapan mereka menerima kehadiran Jokowi. Bahkan, dukungan itu telah dituangkan dalam sebuah video pernyataan resmi.

"Informasi yang menyebut batalnya kunjungan Pak Jokowi karena adanya penolakan dari tokoh adat tidak benar. Tidak ada penolakan. Tokoh adat dari enam desa sudah menyatakan siap menerima kehadiran beliau," ujar Nurdin, Selasa (30/6/2026).

Daftar Tokoh Adat yang Dukung Kunjungan Jokowi

Nurdin merinci sejumlah tokoh adat yang tergabung dalam Marga Sekappung dan Bandar Marga Sekappung Limo Migo telah menyatakan dukungan mereka. Mereka antara lain Hasan Buay Pengammah (Lid Toba), Ahmad Kaisar, Pangeran Pagar Alam (Lid Bojong), serta Ibrahim Syah bergelar Batin Syah (Lid Desa Gunung Sugih Besar).

Selain itu, dukungan juga datang dari Yusuf Pangeran Tinggal (Lid Desa Gunung Raya), Pangeran Anggeran (Lid Desa Peniangan), Ghayo Pagun (Desa Batu Badak), serta perwakilan Bandar Marga Sekappung Limo Migo. Seluruhnya mendukung rencana kunjungan Jokowi dalam rangka pelestarian budaya di Taman Randu Mas dan Taman Purbakala Pugung Raharjo.

Kekecewaan Usai Kunjungan Batal

Nurdin menyayangkan batalnya kunjungan yang telah dinantikan banyak pihak. Ia menilai miskomunikasi terjadi karena tim Jokowi di Lampung tidak melakukan koordinasi yang cukup dengan panitia penyelenggara setempat.

"Harusnya tim Pak Jokowi di Lampung berkoordinasi dan mengonfirmasi kepada panitia penyelenggara sehingga tidak muncul kesalahpahaman yang akhirnya berkembang menjadi informasi yang keliru," kata Nurdin.

Ia menambahkan, pembatalan ini meninggalkan kekecewaan yang cukup dalam. Masyarakat dan para tokoh adat yang telah mempersiapkan penyambutan dengan penuh semangat merasa penghormatan mereka terhadap mantan Presiden Republik Indonesia tersebut tidak tersalurkan.

"Kami tentu menghormati keputusan yang diambil. Namun kami juga menyayangkan karena masyarakat dan tokoh adat sudah mempersiapkan penyambutan dengan penuh semangat. Kekecewaan itu nyata dirasakan oleh banyak pihak," tutup Nurdin.

Bagikan
Sumber: gemamedia.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks