BANDARLAMPUNG — Rumah Daswati di Bandarlampung tengah diusulkan menjadi cagar budaya oleh pemerintah kota setempat. Bangunan ini menyimpan nilai sejarah penting karena pernah menjadi pusat administrasi pada masa awal pembentukan Provinsi Lampung, setelah pemekaran dari Provinsi Sumatera Selatan.
Asisten I Bidang Kesejahteraan dan Pemerintahan Kota Bandarlampung Wilson Faisol mengatakan, pembentukan Tim Cagar Budaya Kota Bandarlampung menjadi dasar dimulainya proses pengusulan tersebut.
Proses Pengusulan Berjenjang ke Provinsi
"Tim Cagar Budaya Kota Bandarlampung sudah terbentuk. Objek ini sudah dibahas dan saat ini sedang dalam proses diusulkan secara berjenjang ke Provinsi Lampung untuk selanjutnya ditetapkan sebagai cagar budaya," kata Wilson Faisol di Bandarlampung, Senin.
Menurutnya, kewenangan pengajuan status cagar budaya berada di tangan pemerintah kota karena bangunan tersebut berlokasi di wilayah Kota Bandarlampung. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Bandarlampung menjaga jejak sejarah sekaligus mendorong pengembangan pariwisata berbasis budaya.
Saksi Sejarah Berdirinya Provinsi Lampung
Wilson menjelaskan, Rumah Daswati memiliki nilai historis yang penting bagi Provinsi Lampung. Bangunan itu menjadi tempat berkantornya para pejabat pada masa awal pembentukan provinsi ini.
"Rumah itu merupakan saksi sejarah berdirinya Provinsi Lampung. Di situlah para pejabat dan pendahulu kita berkantor pada masa awal pembentukan provinsi ini," kata dia.
Kendala Revitalisasi: Status Kepemilikan Ahli Waris
Meski pengusulan berjalan, revitalisasi Rumah Daswati masih terkendala. Aset tersebut hingga kini masih berstatus milik ahli waris.
Pemkot Bandarlampung saat ini masih melakukan komunikasi dan pembahasan bersama pemilik serta pihak-pihak terkait. Tujuannya untuk menentukan mekanisme pelestarian yang sesuai tanpa mengabaikan hak kepemilikan.
"Kami berharap bangunan ini nantinya bisa direvitalisasi sesuai bentuk aslinya. Namun, saat ini masih berproses, karena berkaitan dengan hak kepemilikan ahli waris," ujar Wilson.