BANDARLAMPUNG — Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar menegaskan bahwa sinergi antara ulama dan umara menjadi pilar utama dalam mendorong pembangunan di daerah setempat. Ia menilai kemajuan sebuah wilayah tidak cukup hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi atau fisik bangunan, tetapi juga dari moral, karakter, dan kerukunan warganya.
"Kemajuan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas akhlak, karakter, persatuan, serta ketahanan moral masyarakat," kata Syaiful dalam keterangan resmi yang diterima di Bandarlampung, Senin.
Komitmen Pemkab Perkuat Kemitraan dengan MUI
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berkomitmen memperkuat kemitraan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui sejumlah program kolaboratif. Program tersebut mencakup pembinaan keagamaan, pendidikan karakter, penguatan moderasi beragama, hingga pemberdayaan masyarakat.
Syaiful memberikan apresiasi tinggi kepada MUI Lampung Selatan atas dedikasinya dalam membina kehidupan beragama dan menjaga kerukunan umat. Ia menilai MUI merupakan mitra strategis pemerintah untuk membangun masyarakat yang religius, damai, dan berkeadaban.
Target Mukerda 2026: Program Adaptif untuk Generasi Muda
Wabup berharap Mukerda MUI Lampung Selatan pada 2026 nanti mampu menghasilkan program kerja yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Ia menekankan pentingnya rumusan program yang konkret dan bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh warga.
"Hasil musyawarah diharapkan mampu memberikan manfaat nyata, terutama dalam memperkuat ketahanan keluarga, membina generasi muda, serta meningkatkan literasi keagamaan di Kabupaten Lampung Selatan," ujarnya.
MUI Diminta Responsif terhadap Dinamika Sosial
Ketua Umum MUI Provinsi Lampung Prof. Dr. KH. Mohammad Mukri, M.Ag, menegaskan bahwa Mukerda jangan sekadar menjadi ajang silaturahmi tahunan. Forum ini harus melahirkan program konkret yang mampu menjawab persoalan umat di tengah tantangan sosial yang semakin dinamis.
"Mukerda ini bukan sekadar ajang silaturahim, tetapi memformulasikan secara matang apa yang bisa dilaksanakan secara nyata. MUI harus hadir memberikan solusi atas berbagai dinamika sosial," tegas Mukri.
Menurut dia, MUI dituntut untuk hadir sebagai lembaga yang responsif dan adaptif, sekaligus memperkuat perannya sebagai pelayan umat (khadimul ummah) dan mitra pemerintah (shodiqul hukumah).
Melalui Mukerda tersebut, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, ulama, dan seluruh elemen masyarakat semakin kokoh. Target akhirnya adalah mewujudkan Kabupaten Lampung Selatan yang religius, harmonis, maju, dan berdaya saing.