Pencarian

Polemik Adat Lampung: PDIP Kritik Jokowi Injak Kepala Kerbau, PSI Balas Tuding Penghinaan Budaya

Senin, 29 Juni 2026 • 16:00:31 WIB
Polemik Adat Lampung: PDIP Kritik Jokowi Injak Kepala Kerbau, PSI Balas Tuding Penghinaan Budaya
Jokowi menginjak kepala kerbau dalam prosesi adat Lampung yang memicu polemik.

LAMPUNG — Perdebatan publik pecah setelah video Jokowi menginjak kepala kerbau saat kunjungan ke Lampung beredar luas. Rekaman itu menunjukkan kepala kerbau diletakkan di atas karpet merah sebelum diinjak sebagai bagian dari prosesi adat.

Kritik PDIP: Mantan Presiden Harus 'Naik Kelas'

Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira mengaku tidak memahami adat Lampung yang dikaitkan dengan prosesi menginjak kepala kerbau tersebut. "Saya tidak memahami adat istiadat dan budaya masyarakat Lampung, apalagi sampai dikaitkan dengan menginjak kepala kerbau," kata Andreas kepada wartawan, Senin (29/6/2026).

Ia juga menepis anggapan bahwa prosesi itu merupakan simbol penghinaan terhadap PDIP. "Maaf, lambang PDI Perjuangan bukan kepala kerbau. Lambang PDI Perjuangan itu banteng moncong putih," ucap dia.

Lebih jauh, Andreas mengkritik penobatan adat yang diterima Jokowi. Menurutnya, tidak pantas seorang mantan presiden yang pernah menjadi simbol pemersatu bangsa, kemudian dinobatkan sebagai raja atau kepala adat di suatu daerah. "Harus naik kelas dong, kelasnya harus beda dong. Masa sih, mantan presiden mainannya masih lokal-lokalan, masih mau cari dukungan suarakah?" imbuh dia.

PSI Balas: Justru PDIP yang Merendahkan Adat Lampung

Pernyataan Andreas langsung mendapat respons dari PSI. Ketua DPP PSI Bestari Barus menilai komentar PDIP justru merendahkan adat dan budaya masyarakat Lampung. "Saya kira itu menghinakan adat budaya gitu loh. Itu kan menghina prosesi adat budaya Lampung," kata Bestari kepada wartawan, Senin (29/6/2026).

Bestari menjelaskan bahwa prosesi injak kepala kerbau merupakan tradisi adat sebagai bentuk penghormatan dari pimpinan adat setempat. "Iya itu adalah sebuah prosesi adat istiadat Lampung dari beberapa kerajaan itu ya, kerajaan adat itu mereka memberikan penghargaan kepada Pak Jokowi dengan ritual yang memang telah dilaksanakan sebelum adanya PDIP di republik ini," ucap Bestari.

Ia juga mempertanyakan hak Andreas untuk menentukan standar bagi seorang tokoh nasional. "Lah emang dia siapa gitu kok menentukan arah langkah orang gitu," ucap dia.

PSI Minta Megawati Tegur Kadernya

Bestari meminta PDIP tidak terus mengomentari Jokowi jika memang tidak menyukainya. Ia menyinggung posisi politik PDIP yang dinilai tidak jelas. "Ini ngaku kadang-kadang oposisi, kadang-kadang tidak oposisi. Orang nggak jelas jenis kelaminnya mau gimana sih," ujar dia.

Di akhir pernyataannya, Bestari meminta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengingatkan kader-kadernya agar menghormati adat dan budaya daerah. "Mulai hari ini semoga Bu Megawati bisa menasihati anak buahnya untuk lebih menghormati budaya masyarakat Indonesia di mana pun berada gitu. Masukkan dalam kurikulum sekolah partai di PDIP gitu," tutur dia.

Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks