BANDAR LAMPUNG — Sebanyak puluhan petugas pemasyarakatan di Lapas Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung mengikuti sesi pelatihan yang mencakup teknik beladiri praktis dan prosedur drill borgol. Kegiatan ini berlangsung di area dalam lapas dan dipandu oleh instruktur berpengalaman dari SPN Polda Lampung.
Teknik yang Diajarkan: Dari Cegatan Hingga Penguncian Borgol
Dalam pelatihan tersebut, para peserta mempelajari gerakan-gerakan bela diri yang dirancang untuk situasi darurat, seperti teknik melepaskan diri dari cekikan dan cegatan. Selain itu, petugas juga dilatih cara memasang borgol yang cepat, tepat, dan sesuai standar prosedur operasional tanpa melukai narapidana.
Instruktur dari SPN Polda Lampung memperagakan setiap gerakan secara perlahan, lalu meminta peserta mempraktikkan secara berpasangan. Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung, Amiek Diyah Ambarwati, turun langsung mengikuti gerakan bela diri yang diperagakan.
Pimpinan Ikut Serta, Beri Contoh Profesionalisme
Amiek Diyah Ambarwati bersama Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka.KPLP), Rini Legitasari, ikut mencoba berbagai teknik yang diajarkan. Keikutsertaan pimpinan puncak ini dinilai sebagai bentuk dukungan nyata untuk mendorong seluruh jajaran petugas agar lebih percaya diri saat bertugas.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan, kesiapsiagaan, serta kepercayaan diri petugas dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan. Kami mengucapkan terima kasih kepada SPN Polda Lampung yang telah berbagi ilmu dan pengalaman kepada jajaran Lapas Perempuan Bandar Lampung,” ujar Amiek dalam keterangannya.
Sinergi dengan Polda untuk Standar Keamanan Lapas
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Lapas Perempuan Bandar Lampung memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum. Amiek menambahkan, kemampuan yang diperoleh dari pelatihan ini diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tugas secara profesional dan humanis, namun tetap sesuai standar keamanan yang berlaku.
Dengan adanya pembekalan rutin seperti ini, pihak lapas berkomitmen meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan pemasyarakatan. Tujuannya jelas: mewujudkan Lapas Perempuan Bandar Lampung yang aman, tertib, dan profesional dalam menjalankan fungsi pengamanan.