IHSG Anjlok 3,49% ke 5.098, Terancam Uji Level Psikologis 5.000

Penulis: Burhanuddin Yahya  •  Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:21:32 WIB
IHSG ditutup melemah 3,49% ke level 5.098,06 pada perdagangan Kamis (29/10/2026).

LAMPUNG — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 3,49% ke level 5.098,06 pada perdagangan Kamis (29/10/2026), dan tekanan jual diperkirakan berlanjut pada Jumat (30/10/2026). Phintraco Sekuritas memperkirakan indeks berpotensi menguji level psikologis 5.000 hari ini, dengan rentang support 5.000, pivot 5.100, dan resistance 5.200.

Phintraco Sekuritas menilai tekanan terhadap IHSG masih kuat secara teknikal. Pelebaran histogram MACD dan pola Death Cross pada Stochastic RSI di area pivot menjadi sinyal utama bahwa penurunan belum berhenti.

Sentimen negatif datang dari dua arah sekaligus: kemerosotan saham teknologi global dan ketidakpastian domestik terkait evaluasi indeks MSCI. Kombinasi keduanya memicu aksi jual investor yang menyeret indeks turun tajam.

Tekanan Teknikal Masih Membayangi IHSG

Dalam riset harian yang dikutip Jumat (30/10/2026), Phintraco Sekuritas menyebut pelemahan indeks bukan sekadar sentimen sesaat. Indikator momentum menunjukkan tekanan jual masih dominan.

"Secara teknikal, histogram MACD IHSG kembali melebar dan indikator Stochastic RSI membentuk Death Cross di area pivot, sehingga IHSG diprediksi berpotensi menguji level psikologis 5.000 pada Jumat, 30 Oktober 2026," tulis Phintraco Sekuritas.

Level 5.000 menjadi penting karena berfungsi sebagai batas psikologis. Penembusan ke bawah level tersebut berpotensi memicu gelombang margin call dan mempercepat capitulation selling dari investor ritel maupun institusi.

Dua Pemicu Utama di Balik Aksi Jual

Faktor eksternal datang dari koreksi saham teknologi di pasar global yang menular ke bursa Asia, termasuk Indonesia. Sektor teknologi domestik ikut tertekan seiring penurunan appetite risiko investor.

Dari dalam negeri, ketidakpastian seputar evaluasi indeks MSCI menambah beban. Status Indonesia dalam indeks tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena berdampak langsung pada potensi aliran dana asing ke pasar saham domestik.

  • IHSG ditutup di 5.098,06 pada Kamis (29/10/2026), melemah 3,49%
  • Support diperkirakan di 5.000, pivot 5.100, resistance 5.200
  • Histogram MACD melebar, Stochastic RSI membentuk Death Cross
  • Pemicu: koreksi saham teknologi global dan ketidakpastian evaluasi MSCI

Apa Artinya bagi Investor

Bagi pemegang saham, rentang 5.000–5.200 menjadi zona krusial dalam beberapa sesi ke depan. Jika support 5.000 bertahan, potensi technical rebound terbuka. Sebaliknya, penembusan di bawah level itu membuka ruang koreksi lebih dalam.

Phintraco Sekuritas menempatkan resistance di 5.200 sebagai batas atas pergerakan hari ini. Selama indeks bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih mendominasi.

Pelaku pasar disarankan mencermati perkembangan sentimen global, khususnya pergerakan saham teknologi, serta kabar terbaru seputar evaluasi indeks MSCI. Kedua faktor itu akan menentukan apakah IHSG mampu menahan level 5.000 atau justru menembusnya.

Reporter: Burhanuddin Yahya
Sumber: bloombergtechnoz.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top