Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar menilai Upacara Pitra Yadnya atau Ngaben Massal di Desa Sumber Agung, Kecamatan Sragi, mencerminkan kuatnya semangat gotong royong dan persaudaraan masyarakat. Upacara yang digelar Pekraman Desa Adat Pematang Sari itu berlangsung khidmat dengan melibatkan keluarga, panitia, tokoh adat, dan tokoh agama setempat. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyatakan komitmennya menjaga kerukunan umat beragama dan menghormati keberagaman adat budaya.
LAMPUNG SELATAN — Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar menghadiri Upacara Pitra Yadnya (Ngaben Massal) yang diselenggarakan Pekraman Desa Adat Pematang Sari, Desa Sumber Agung, Kecamatan Sragi, Senin (21/9). Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa adat dan budaya bukan hanya peninggalan masa lalu, melainkan jati diri dan kekuatan masyarakat dalam membangun kehidupan yang harmonis.
Menurut Syaiful Anwar, Pitra Yadnya tidak sekadar tradisi keagamaan. Upacara itu mengandung nilai bhakti, penghormatan, dan kasih tulus kepada para leluhur.
Ia menilai nilai spiritual dalam pelaksanaan upacara tersebut mengajarkan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, alam, dan para leluhur. Pandangan itu disampaikannya saat menghadiri rangkaian upacara bersama warga Pematang Sari.
“Adat dan budaya bukan hanya peninggalan masa lalu, tetapi juga menjadi jati diri dan kekuatan masyarakat dalam membangun kehidupan yang harmonis,” kata Syaiful Anwar di Lampung Selatan.
Syaiful mengapresiasi keluarga, panitia, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat yang bergotong royong mempersiapkan hingga melaksanakan seluruh rangkaian upacara. Menurut dia, kebersamaan yang terlihat dalam Ngaben Massal menjadi gambaran bahwa adat dan budaya tidak hanya diwariskan melalui ritual, tetapi juga melalui praktik kehidupan bersama.
“Nilai-nilai luhur seperti ini harus terus kita rawat dan wariskan kepada generasi penerus. Semangat gotong royong dan persaudaraan merupakan kekuatan yang harus terus tumbuh di tengah masyarakat,” katanya.
Dirinya menegaskan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berkomitmen menjaga kerukunan umat beragama, menghormati keberagaman adat dan budaya, serta mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan saling menghargai.
Wabup Lamsel berharap seluruh rangkaian Upacara Pitra Yadnya berlangsung lancar, khidmat, dan penuh kedamaian. Harapannya, upacara itu tidak hanya membawa ketenteraman bagi keluarga yang melaksanakan, tetapi juga menjadi berkah bagi masyarakat Pematang Sari dan Lampung Selatan.
“Kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah bekerja dengan tulus, saya menyampaikan terima kasih. Semoga semangat gotong royong, persaudaraan, dan keharmonisan ini terus tumbuh dalam kehidupan kita bersama,” ujar dia.