LAMPUNG — Dow Jones Industrial Average tergelincir 164,46 poin (0,31%) ke level 53.567,95. Indeks S&P 500 melemah 10,71 poin (0,14%) ke 7.775,01, sementara Nasdaq Composite hanya terkoreksi tipis 2,43 poin (0,01%) ke 26.726,73, menurut data Reuters.
Pelemahan indeks utama terjadi di tengah aksi jual terbatas yang dibayangi sentimen risiko dari Timur Tengah. Namun, pergerakan indeks S&P 500 yang cenderung datar menunjukkan pasar masih mencoba menemukan arah di antara dua kekuatan: ketegangan geopolitik dan optimisme sektor teknologi.
Faktor utama yang membebani sentimen pasar adalah pernyataan pejabat senior Iran kepada Reuters. Teheran mengisyaratkan akan meningkatkan ketegangan di Selat Hormuz dan kawasan sekitarnya jika diplomasi dengan AS gagal, sebuah pergeseran kebijakan yang lebih mengutamakan serangan daripada pertahanan.
Ancaman tersebut langsung berdampak pada harga komoditas. Kontrak berjangka minyak mentah Brent naik sekitar 0,4%, sementara indeks sektor energi S&P 500 ikut menguat 0,2% pada awal perdagangan.
Di tengah tekanan geopolitik, sektor teknologi justru mendapat angin segar. Laporan mengenai proyeksi pendapatan yang kuat dari Anthropic, laboratorium riset AI terkemuka, berhasil mendorong kenaikan sejumlah saham teknologi dan membatasi koreksi pada Nasdaq.
Sentimen positif dari sektor AI ini menjadi penyeimbang utama di pasar. Investor tampaknya masih percaya pada prospek pertumbuhan jangka panjang industri kecerdasan buatan, yang dinilai mampu bertahan dari gejolak politik dan ekonomi jangka pendek.
Kondisi pasar saat ini merefleksikan dilema investor: di satu sisi ada risiko eskalasi konflik yang bisa mengganggu pasokan energi global, di sisi lain ada peluang pertumbuhan dari investasi AI yang menjanjikan. Kombinasi ini membuat indeks kesulitan untuk bergerak signifikan ke satu arah.
Para pelaku pasar akan terus memantau perkembangan diplomasi AS-Iran, terutama yang berkaitan dengan Selat Hormuz. Jalur pelayaran strategis tersebut merupakan titik krusial bagi sekitar seperlima konsumsi minyak dunia, sehingga setiap potensi gangguan akan langsung tercermin pada harga energi dan volatilitas pasar saham.
Investasi mengandung risiko.