BANDAR LAMPUNG — Perum BULOG Wilayah Lampung memastikan ketahanan pangan daerah dalam kondisi aman. Stok beras yang dikuasai saat ini mencapai 288.266 ton setara beras, jumlah yang dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan warga di 15 kabupaten/kota.
Kepastian ini disampaikan menyusul peninjauan langsung Pemimpin Wilayah Perum BULOG Lampung Rindo Safutra bersama Wakil Pemimpin Wilayah Arief Kharisvan ke salah satu retail modern di Bandar Lampung, Rabu (5/8/2026). Keduanya memastikan beras premium produksi BULOG telah tersedia di rak penjualan.
Rindo menegaskan, kehadiran beras premium di retail modern bukan sekadar perluasan pasar, melainkan komitmen menjaga stabilitas harga pangan. Masyarakat kini punya alternatif membeli beras berkualitas dengan harga kompetitif tanpa harus mencari ke pasar tradisional.
"Stok yang dikuasai BULOG Lampung saat ini berada dalam kondisi lebih dari cukup dan tersebar di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Masyarakat tidak perlu khawatir karena BULOG memastikan pasokan tetap aman," ujar Rindo dalam keterangannya.
Selain menjalankan penugasan pemerintah melalui beras SPHP, BULOG gencar memperluas distribusi beras premium agar semakin mudah dijangkau masyarakat melalui retail-retail modern.
Ketersediaan beras di Lampung diprediksi masih akan bertambah. Rindo menyebut, sejumlah daerah sentra produksi di Lampung masih berlangsung panen, sehingga pasokan dipastikan terus mengalir ke gudang-gudang BULOG.
"Kami ingin masyarakat semakin mudah mendapatkan beras premium produksi BULOG. Kehadiran beras Punokawan dan Befood Sentra Ramos di retail modern merupakan komitmen kami untuk menyediakan beras berkualitas dengan harga yang terjangkau, sekaligus memperkuat stabilitas pasokan pangan di Provinsi Lampung," katanya.
Distribusi beras premium tidak hanya menyasar retail modern. BULOG Lampung turut menyalurkan melalui pasar tradisional, toko pangan, jaringan Rumah Pangan Kita (RPK), serta Gerakan Pangan Murah yang digelar bersama pemerintah daerah.
Rindo menambahkan, koordinasi dengan pemerintah, pengelola retail modern, distributor, dan pelaku usaha pangan akan terus diperkuat. Hal ini untuk menjaga kelancaran distribusi beras premium maupun beras SPHP, sekaligus memastikan harga pangan di Lampung tetap stabil.