LAMPUNG — Jagung yang diserap di Gudang dan Laboratorium Bulog Sumberharta itu telah melalui serangkaian uji mutu ketat. Hasil laboratorium menunjukkan kadar air mencapai 12,1 persen, sesuai standar penyimpanan Bulog. Sementara itu, kandungan aflatoksin tercatat 9 PPB, masih jauh di bawah ambang batas yang dipersyaratkan.
Pengawalan distribusi dan proses pembongkaran melibatkan personel Polsek Jayaloka yang dipimpin Ka SPK Aiptu Rustam. Mereka didampingi Ps. Kanit Binmas Bripka Syaini Effendi, Ps. Kanit Reskrim Aipda Budi Santoso, dan Bhabinkamtibmas Bripka Aspani.
Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta menegaskan, langkah ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap Program Prioritas Kapolri. Fokusnya memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan hingga ke tingkat desa.
Kapolsek Jayaloka IPTU M. Soleh menjelaskan, pengawalan ini bertujuan memastikan hasil panen petani binaan terserap optimal oleh Bulog. Dengan begitu, petani mendapat kepastian pasar dan nilai jual yang lebih baik, sekaligus menumbuhkan rasa aman saat bertransaksi.
"Kami tidak hanya mengawal distribusi, tetapi juga mendampingi kelompok tani sejak masa tanam hingga pascapanen," ujar IPTU M. Soleh. Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kepercayaan petani terhadap program pembinaan Polri.
Keberhasilan penyerapan jagung pipil ini menjadi bukti konkret sinergi antara Polri, Perum Bulog, dan kelompok tani. Kolaborasi ini tidak hanya mendukung program ketahanan pangan nasional, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat di sektor pertanian.
Kapolsek Jayaloka berharap kolaborasi yang terjalin dapat terus diperkuat. Targetnya, hasil pertanian masyarakat semakin berkualitas, memiliki kepastian pasar, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi kesejahteraan petani di wilayah hukumnya.
Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pengawalan distribusi, pengujian kualitas, hingga proses pembongkaran di gudang Bulog, berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa kendala berarti.