KALIANDA — Rencana kehadiran layanan transportasi umum Damri di wilayah Lampung Selatan memasuki babak baru. Pemkab Lampung Selatan melalui Dinas Perhubungan tengah mengajak masyarakat berpartisipasi dalam survei yang diselenggarakan Perum Damri untuk memetakan kebutuhan perjalanan warga.
Ajakan ini merupakan tindak lanjut koordinasi antara Pemkab Lampung Selatan dengan Perum Damri. Hasil survei nantinya akan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menyusun rencana pengembangan rute yang menghubungkan Kalianda dengan sejumlah destinasi strategis, seperti Bandar Lampung, bandara, pelabuhan, hingga Pulau Jawa.
Pemkab Lampung Selatan menegaskan bahwa rencana layanan Damri melalui Kalianda masih berada pada tahap penjajakan dan pemetaan kebutuhan. Oleh karena itu, peran serta masyarakat dinilai sangat krusial agar data yang diperoleh benar-benar mencerminkan kebutuhan riil di lapangan.
Semakin banyak warga yang mengisi survei, semakin kuat pula data yang menjadi dasar kajian pengembangan layanan transportasi. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas serta memudahkan mobilitas masyarakat Lampung Selatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Pemkab Lampung Selatan memberikan catatan penting kepada masyarakat. Survei ini bukan berarti rute Damri telah resmi dibuka, melainkan merupakan bagian dari proses kajian untuk melihat potensi permintaan layanan di wilayah Kalianda.
Masyarakat diimbau untuk mengisi survei secara objektif sesuai dengan kebutuhan perjalanan sehari-hari. Dengan begitu, aspirasi yang disampaikan dapat menjadi dasar yang akurat bagi Perum Damri dalam mengambil keputusan.
Warga Lampung Selatan yang ingin menyampaikan aspirasinya dapat mengakses tautan survei yang telah disediakan oleh Pemkab, yaitu https://forms.gle/R92U9kqawosVRUTy5.
Melalui survei tersebut, masyarakat dapat menyampaikan kebutuhan perjalanan sekaligus potensi penggunaan layanan Damri. Satu suara dari warga hari ini dapat menjadi langkah awal menghadirkan layanan transportasi yang lebih mudah diakses, nyaman, dan terintegrasi bagi masyarakat Lampung Selatan.