LAMPUNG — Spotify melaporkan pencapaian tersebut dalam laporan keuangan kuartal kedua. Selain 300 juta pelanggan berbayar, layanan streaming asal Swedia ini juga mencatatkan 777 juta pengguna aktif bulanan. Pertumbuhan ini didorong ekspansi layanan yang tidak lagi sekadar streaming musik, melainkan juga audiobook, podcast, hingga fitur berbasis kecerdasan buatan.
Di sisi kompetitor, Apple tidak lagi memublikasikan angka pelanggan Apple Music sejak terakhir kali menyentuh 60 juta pada 2019. Namun, perusahaan tersebut baru saja mengumumkan capaian berbeda: 1,5 miliar total langganan berbayar yang mencakup seluruh layanan Apple, termasuk iCloud+ dan Apple TV+.
Sebagian besar dari angka 1,5 miliar itu diperkirakan berasal dari langganan aplikasi pihak ketiga yang dijual melalui App Store. Apple sendiri memotong pendapatan sebesar 15 hingga 30 persen dari setiap transaksi yang terjadi di platform tersebut.
Kedua layanan sama-sama menaikkan tarif bulanan tahun ini. Spotify menaikkan paket Individual di Amerika Serikat dari USD 11,99 menjadi USD 12,99 per bulan (sekitar Rp 214 ribu) pada Januari. Apple Music menyusul dengan kenaikan dari USD 10,99 menjadi USD 11,99 (sekitar Rp 198 ribu) bulan lalu.
Pencapaian 300 juta pelanggan berbayar tidak lepas dari agresivitas Spotify meluncurkan pembaruan. Beberapa fitur yang dirilis tahun ini antara lain:
Sementara itu, Apple Music menyiapkan sejumlah pembaruan besar yang akan tiba bersamaan dengan iOS 27 bulan depan. Beberapa di antaranya adalah halaman artis dan album dengan desain baru, transisi AutoMix yang lebih mulus, pemutaran lebih cepat, tampilan Now Playing dalam mode landscape, serta integrasi Siri dengan AI.
Pembaruan ini menjadi jawaban Apple atas tekanan kompetitif dari Spotify, terutama di segmen pengguna setia ekosistem iPhone dan iPad.
Persaingan kedua platform tidak hanya soal jumlah pelanggan, tetapi juga strategi diferensiasi. Spotify unggul dalam variasi konten non-musik dan fitur sosial, sementara Apple Music mengandalkan integrasi mendalam dengan perangkat keras Apple serta kualitas audio lossless.
Bagi pengguna di Indonesia, pilihan antara Spotify dan Apple Music biasanya ditentukan oleh jenis perangkat yang dimiliki serta preferensi terhadap fitur tertentu. Spotify lebih populer di kalangan pengguna Android, sedangkan Apple Music menjadi pilihan natural bagi pemilik iPhone yang menginginkan pengalaman terpadu dengan sistem operasi iOS.
Dengan kenaikan harga yang terjadi di kedua layanan, calon pelanggan sebaiknya mempertimbangkan fitur yang paling sering digunakan sebelum memutuskan berlangganan. Spotify menawarkan fleksibilitas lintas perangkat, sementara Apple Music menawarkan kualitas audio dan integrasi ekosistem yang lebih rapat.