BANDARLAMPUNG — Sebanyak 330 siswa baru dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) tercatat sebagai peserta didik perdana di SRT 3 Lampung. Mereka akan menempuh pendidikan di kampus permanen yang berlokasi di Kotabaru, Lampung Selatan.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Lampung Aswarodi mengatakan, kuota tersebut merupakan hasil rekrutmen dari dua sekolah rakyat berbeda. Sebanyak 270 siswa direkrut oleh Sekolah Rakyat 32 Lampung Selatan, sementara 60 siswa lainnya berasal dari Sekolah Rakyat 35 Bandarlampung.
Dari kuota rekrutmen Sekolah Rakyat 32 Lampung Selatan, masing-masing jenjang mendapat jatah 90 kursi. Artinya, terdapat 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA yang akan belajar di SRT 3 Lampung.
Adapun rekrutmen dari Sekolah Rakyat 35 Bandarlampung menyumbang 30 siswa SD dan 30 siswa SMP. Dengan tambahan tersebut, komposisi siswa baru di SRT 3 Lampung kini merata di hampir semua jenjang pendidikan.
Kapasitas rombongan belajar di sekolah ini pun mengalami penyesuaian. Aswarodi menyebut, jumlah siswa per rombongan tidak lagi 25 orang, melainkan naik menjadi 30 orang. Kebijakan ini diambil untuk mengakomodasi tingginya jumlah pendaftar.
Untuk menopang kegiatan belajar mengajar, Dinsos Provinsi Lampung memperkirakan ada 76 guru dan tenaga pendidik yang bertugas. Selain itu, sebanyak 20 guru tamu diperbantukan dari Dinas Pendidikan Provinsi Lampung dan Dinas Pendidikan Kota Bandarlampung.
"Guru tamu ini membantu sembari menunggu guru serta tenaga kependidikan hasil rekrutmen Kementerian Sosial yang direncanakan akan didistribusikan pada September nanti," ujar Aswarodi di Bandarlampung, Selasa.
Berbeda dengan sekolah rakyat lain di Lampung Timur yang dikelola kabupaten setempat, SRT 3 Lampung menjadi satu-satunya sekolah rakyat terintegrasi di Provinsi Lampung. Seluruh jenjang dari SD hingga SMA berkumpul dalam satu kawasan di Kotabaru.
Siswa yang sebelumnya belajar di sekolah rintisan juga akan dipindahkan ke lokasi permanen ini. Total 71 siswa yang naik kelas akan bergabung dengan siswa baru, sehingga keseluruhan pelajar yang memulai pembelajaran di SRT 3 Lampung berjumlah 401 anak.
Pembinaan bagi siswa Sekolah Rakyat tidak berhenti pada kegiatan akademik. Aswarodi menjelaskan, siswa yang duduk di kelas 11 SMA telah mendapatkan pembinaan terkait rencana setelah lulus nanti.
"Siswa ini sebenarnya sudah sejak awal dipetakan minat bakatnya dan difasilitasi oleh sekolah. Siswa kelas 12 nanti kalau ada yang ingin kerja sudah disiapkan untuk pendidikan vokasional, dan kalau yang ingin ke perguruan tinggi bisa dicarikan beasiswa," katanya.
Dinsos Provinsi Lampung juga menyiapkan Program Gerakan Ayo Kuliah bagi anak-anak dari keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH). Program tersebut menjadi salah satu jalur afirmasi agar lulusan Sekolah Rakyat dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.