Xiaomi Rilis SUV Skynomad N70 dan N90, Pakai Teknologi EREV dengan Jarak Tempuh Listrik 505 Km

Penulis: Rizky Firmansyah  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:34:31 WIB
Xiaomi memperkenalkan dua SUV Skynomad N70 dan N90 dengan teknologi EREV di China.

LAMPUNG — Xiaomi kembali memperluas lini kendaraannya di China dengan menghadirkan dua SUV anyar di bawah merek Skynomad. Alih-alih mengusung penggerak listrik murni seperti model sebelumnya, N70 dan N90 justru memakai sistem hybrid yang mengandalkan mesin bensin sebagai penghasil listrik.

Keputusan ini menarik karena menandai pertama kalinya Xiaomi merambah teknologi EREV, sebuah sistem yang memadukan mesin konvensional dengan motor listrik. Mesin bensin pada mobil ini tidak terhubung ke roda secara langsung, melainkan hanya berfungsi untuk menjaga aliran elektron agar baterai tetap terisi.

Mengapa Xiaomi Memilih Teknologi EREV?

Pilihan Xiaomi untuk menggunakan EREV di Skynomad N70 dan N90 bukan tanpa alasan. Sistem ini mengombinasikan mesin 1.500 cc dari Changan yang menghasilkan tenaga 150 hp dengan baterai dan motor listrik. Mesin tersebut bekerja layaknya generator portabel, memastikan mobil tetap bisa melaju jauh tanpa perlu khawatir mencari stasiun pengisian daya.

Strategi ini sekaligus menjawab kekhawatiran utama calon pembeli mobil listrik di China, yaitu jangkauan dan infrastruktur pengisian. Dengan EREV, pengguna tetap bisa menikmati sensasi berkendara listrik untuk penggunaan harian, namun memiliki "cadangan" mesin bensin untuk perjalanan jarak jauh.

Spesifikasi Utama Skynomad N70 dan N90

Kedua SUV ini hadir dengan dua pilihan paket baterai, yaitu lithium-ion berkapasitas 52 kWh atau baterai NMC 76 kWh. Kapasitas baterai yang besar ini dinilai setara dengan beberapa model mobil listrik murni di pasaran.

  • Skynomad N70: Tersedia dalam pilihan satu motor listrik atau dua motor dengan baterai 76 kWh. Jarak tempuh listrik murni mencapai 505 km berdasarkan standar China Light-Duty Vehicle Test Cycle (CLTC).
  • Skynomad N90: Menggunakan sistem penggerak yang sama, namun jarak tempuh listrik murninya lebih pendek, yaitu 464 km (CLTC), karena ukuran dan beratnya yang lebih besar.

Untuk pengisian daya, baterai 76 kWh diklaim mampu mengisi dari 20 persen hingga 80 persen hanya dalam 18 menit menggunakan pengisi daya cepat DC. Sayangnya, informasi jarak tempuh untuk varian baterai 52 kWh belum diungkap ke publik.

Perbedaan Dimensi dan Kabin

Meskipun berbagi platform yang sama, N90 hadir dengan dimensi yang lebih besar dari N70. Perbedaan ukuran ini berdampak langsung pada kapasitas kabin.

  • Skynomad N70: Panjang 4.960 mm, tinggi 1.785 mm, dan jarak sumbu roda 2.950 mm. Hanya tersedia dengan lima tempat duduk.
  • Skynomad N90: Panjang 5.285 mm, tinggi 1.825 mm, dan jarak sumbu roda 3.080 mm. Ruang ekstra ini memungkinkan hadirnya tiga baris kursi dengan konfigurasi 2+2+3.

Lebar kedua model tercatat sama, yaitu 1.998 mm. Penambahan baris ketiga pada N90 menjadi nilai jual utama bagi keluarga besar yang membutuhkan mobil dengan kapasitas hingga tujuh penumpang.

Harga dan Ketersediaan di China

Kedua model kendaraan ini diproduksi dan dipasarkan di China. Harga yang ditawarkan cukup kompetitif untuk segmen SUV premium dengan teknologi hybrid.

  • Skynomad N70 standar (baterai 76 kWh): mulai dari 259.900 yuan atau sekitar Rp690 juta.
  • Skynomad N90 Max: dibanderol mulai dari 299.900 yuan atau setara Rp800 juta.

Layanan pemesanan awal untuk kedua model telah resmi dibuka. Pengiriman unit ke konsumen dijadwalkan akan dimulai pada akhir kuartal ini.

Bagi konsumen yang kerap melakukan perjalanan lintas kota atau membutuhkan mobil dengan fleksibilitas bahan bakar, Skynomad N70 dan N90 bisa menjadi opsi yang menarik. Meski demikian, belum ada informasi resmi mengenai kemungkinan kehadiran kedua SUV ini di pasar Indonesia. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya dari Xiaomi.

Reporter: Rizky Firmansyah
Sumber: antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top