BANDAR LAMPUNG — Dukungan itu disampaikan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal saat menerima audiensi delegasi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Transmedia di Ruang Kerja Gubernur, Kamis (30/7/2026). Ia menilai penunjukan Lampung sebagai tuan rumah merupakan momentum strategis di tengah derasnya arus digitalisasi sektor keuangan.
Gubernur menggarisbawahi bahwa edukasi keuangan kini menjadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar pelengkap. Perkembangan teknologi digital yang pesat turut menghadirkan risiko besar, terutama maraknya pinjaman online ilegal dan judi online yang kerap menyasar anak muda.
"Kami sangat mengapresiasi penunjukan Lampung sebagai tuan rumah Financial Festival ini. Ini adalah momentum krusial, mengingat tantangan generasi muda saat ini yang rentan terhadap jerat pinjaman online ilegal dan judi online. Edukasi sejak dini terkait manajemen keuangan akan menyelamatkan masa depan mereka," ujarnya.
Festival ini dirancang sebagai ajang edukasi yang menyasar pelajar SMA berusia 17 tahun ke atas serta mahasiswa. Materi literasi akan disampaikan langsung oleh narasumber dari LPS, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, dan pelaku industri jasa keuangan nasional.
Menurut Gubernur, peningkatan pemahaman pengelolaan keuangan sejak dini menjadi bekal penting membangun masyarakat yang cerdas secara finansial. Hal ini sekaligus memperkuat fondasi perekonomian daerah dalam jangka panjang.
"Kami Pemprov Lampung sangat berbesar hati dan senang karena ini akan meningkatkan kualitas pemahaman tentang keuangan, apalagi targetnya adalah mahasiswa, anak-anak muda, Gen Z. Tujuannya tidak lain untuk meningkatkan literasi keuangan pada mahasiswa. Syukur-syukur nanti ke depan mahasiswanya akan ikut menggunakan instrumen keuangan yang lebih resmi untuk menumbuhkembangkan pertumbuhan ekonomi di sini," jelas Rahmat Mirzani Djausal.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur turut memaparkan kondisi ekonomi makro Lampung yang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi daerah disebut ditopang kuat oleh sektor pertanian seiring membaiknya harga komoditas unggulan seperti kopi, padi, jagung, dan singkong.
Perbaikan harga komoditas itu berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan jutaan petani di provinsi ini. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal dasar yang baik untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam instrumen keuangan formal.
Perwakilan LPS, Farid Azhar Nasution, menjelaskan bahwa festival ini tidak akan terkesan kaku. Konsep edukasi dikemas semenarik mungkin agar mudah diterima masyarakat luas.
Selain sesi literasi dari regulator dan industri, acara juga akan dimeriahkan konser musik gratis yang menghadirkan grup band ST12. Perpaduan ini diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk hadir dan memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat.