BANDAR LAMPUNG — Gubernur Lampung menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk merancang program kunjungan guru ke rumah siswa secara resmi. Surat keputusan pelaksanaan program telah ditandatangani Kepala Disdikbud Lampung, Thomas Amirico, pada Kamis (25/6/2026).
Pada tahap awal, kunjungan guru tidak akan menjangkau seluruh siswa secara serempak. Thomas menjelaskan bahwa prioritas diberikan kepada peserta didik yang dinilai membutuhkan perhatian lebih, terutama dari sisi perilaku dan perkembangan karakter.
"Semua siswa nantinya akan mendapat kunjungan. Tetapi sementara ini kami memprioritaskan anak-anak yang memang membutuhkan pendampingan lebih dahulu," ujar Thomas.
Setiap kunjungan akan melibatkan guru mata pelajaran bersama guru Bimbingan Konseling (BK). Mereka akan berdialog langsung dengan orang tua, menyampaikan perkembangan belajar siswa, serta mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi keluarga di lingkungan tempat tinggal.
Pelaksanaan kunjungan dilakukan di luar jam belajar—setelah jam sekolah berakhir, saat akhir pekan, atau pada hari libur—agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar di kelas.
Thomas mengungkapkan bahwa program ini lahir dari keinginan Gubernur Lampung untuk melihat fakta aktivitas anak-anak ketika berada di rumah. Selama ini, pembinaan hanya dilakukan di lingkungan sekolah tanpa mengetahui kondisi keluarga secara langsung.
"Pak Gubernur ingin melihat fakta bagaimana aktivitas anak-anak ketika berada di rumah. Karena itu kami merancang program Teacher Home Visit agar guru bisa memantau perkembangan siswa secara langsung di lingkungan keluarganya," kata Thomas.
Menurut Thomas, kunjungan guru ke rumah siswa menjadi langkah mitigasi untuk memperkuat pendidikan karakter sekaligus mencegah berbagai persoalan remaja sejak dini. Jika ada siswa yang prestasi akademiknya menurun atau mulai menunjukkan perilaku menyimpang, guru bisa lebih cepat melakukan pendampingan bersama orang tua.
"Kalau ada anak yang prestasi akademiknya menurun, karakternya belum terbentuk dengan baik, atau mulai menunjukkan perilaku menyimpang, guru bisa lebih cepat melakukan pendampingan bersama orang tua," ujarnya.