Gubernur Lampung Tinjau Proyek Jalan Rawajitu-Umbul Mesir, Target Rampung Oktober 2026 Dongkrak Harga Gabah Rp7.000 Per Kg

Penulis: Hendra Mukhtar  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 13:57:31 WIB
Gubernur Lampung tinjau progres pembangunan Jalan Rawajitu-Umbul Mesir yang ditargetkan selesai Oktober 2026.

MENGGALA — Pemerintah Provinsi Lampung memastikan pembangunan Jalan Rawajitu-Umbul Mesir di Kabupaten Tulang Bawang berjalan sesuai jadwal. Gubernur Rahmat Mirzani Djausal meninjau langsung progres proyek tersebut pada Rabu (24/6/2026) untuk memastikan kualitas dan ketepatan waktu pengerjaan.

Saat ini, jalur yang sebelumnya rusak parah itu sudah memasuki tahap pelapisan aspal. Rencananya, ruas jalan ini akan ditingkatkan menjadi jalan beton (rigid pavement).

"Alhamdulillah, sudah mulai baik, tinggal aspal, dan layer concrete, setelah itu baru dirigid. InsyaAllah September 2026 atau paling lama Oktober 2026 ini, sudah bisa selesai," kata Rahmat Mirzani Djausal dalam keterangannya.

Waktu Tempuh Terpangkas Drastis, Harga Gabah Naik

Perbaikan infrastruktur ini memberikan dampak langsung bagi mobilitas warga. Berdasarkan laporan kepala desa setempat, perjalanan dari Sumber Agung menuju Aji Mesir yang dulu memakan waktu hingga satu jam karena jalan rusak, kini bisa ditempuh jauh lebih cepat.

Efek domino juga terasa di sektor ekonomi. Harga komoditas tanah di sepanjang koridor jalan dilaporkan melonjak hingga dua kali lipat. Sementara itu, sektor pertanian sebagai penopang utama kawasan mencatat kenaikan signifikan: harga gabah basah di tingkat petani kini menyentuh angka Rp7.000 per kilogram.

Pemprov Siapkan Mesin Pengering untuk Petani

Gubernur Mirza menegaskan pembangunan jalan bukanlah akhir dari program pemerintah daerah. Untuk memaksimalkan potensi pertanian pasca-perbaikan infrastruktur, Pemprov Lampung berencana mengintegrasikan bantuan teknologi pertanian berupa mesin pengering (dryer).

Melalui konektivitas jalan yang semakin mantap, Pemprov Lampung berharap distribusi logistik hasil pertanian dapat berjalan optimal. Biaya transportasi diharapkan bisa ditekan, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di Tulang Bawang dan sekitarnya.

Reporter: Hendra Mukhtar
Sumber: lampungpro.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top