LAMPUNG — Presiden Prabowo Subianto tiba di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, sekitar pukul 11.20 WITA dengan mengenakan baju safari cokelat dan topi biru. Sambutan meriah langsung pecah dari puluhan ribu peserta yang telah memadati lokasi sejak pagi. Mereka bertepuk tangan dan meneriakkan nama Presiden saat rombongan memasuki area acara.
Dalam kunjungannya, Presiden sempat menyalami sejumlah peserta di barisan depan dan melambaikan tangan dari atas panggung. Sejumlah menteri turut mendampingi, antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Menteri Luar Negeri Sugiono. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga hadir dalam kesempatan tersebut.
PENAS Petani dan Nelayan XVII tidak sekadar seremoni. Acara ini menghadirkan agenda strategis berupa dialog kebijakan, pertukaran inovasi teknologi pertanian, serta penguatan jejaring kemitraan usaha. Pemerintah menargetkan kegiatan ini mampu mendorong peningkatan produktivitas sektor pangan nasional.
Sebelum kedatangan Presiden, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah membuka gelaran PENAS pada Sabtu (20/6) di GOR David Tony, Kabupaten Gorontalo. Dalam sambutannya, Gibran menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan prioritas utama pemerintahan Prabowo. “Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, ketahanan pangan menjadi fondasi bagi kedaulatan bangsa,” ujar Wapres dalam pidato pembukaannya.
Partisipasi puluhan ribu petani dan nelayan dari berbagai daerah menunjukkan besarnya perhatian sektor hulu terhadap arah kebijakan pangan nasional. Pertemuan ini menjadi ajang bagi pelaku usaha kecil untuk bertemu langsung dengan pemangku kebijakan dan investor potensial. Pemerintah berharap jejaring yang terbentuk di Gorontalo dapat mempercepat adopsi teknologi pertanian di daerah-daerah sentra produksi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pengumuman kebijakan baru yang secara spesifik disampaikan Presiden di hadapan para peserta. Namun, kehadiran sejumlah menteri kunci di sektor pangan dan keamanan mengindikasikan bahwa isu stabilisasi harga pupuk serta perluasan lahan tanam menjadi salah satu topik utama dalam dialog terbatas yang digelar setelah acara puncak.