LAMPUNG — Sebanyak 1.650 abdi dalem dari Puro Pakualaman, Puralaya Imogiri, dan Keraton Ngayogyakarta menjalani layanan Mini General Check Up yang disediakan Bank Mandiri. Pemeriksaan meliputi cek kolesterol, gula darah, asam urat, tekanan darah, hingga kesehatan mata.
Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, mengatakan inisiatif ini merupakan komitmen perseroan untuk menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
"Melalui Mandiri Bakti Kesehatan dan Literasi UMKM Pasar Ngasem, Bank Mandiri ingin memperkuat akses kesehatan, meningkatkan literasi keuangan, sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat yang selama ini turut menjaga dan melestarikan warisan budaya Yogyakarta," ujar Adhika dalam keterangan resmi, Rabu (24/6).
Selain pemeriksaan kesehatan, perseroan juga menyelenggarakan khitanan massal bagi 280 anak dari wilayah sekitar Prambanan dan keluarga abdi dalem Keraton. Setiap peserta menerima tas sekolah dan perlengkapan menulis untuk menunjang kebutuhan pendidikan.
Bank Mandiri turut menyerahkan bantuan alat kesehatan dan perlengkapan medis untuk mendukung layanan kesehatan di lingkungan keraton.
Di sektor pemberdayaan ekonomi, Bank Mandiri menggelar program Literasi UMKM yang menyasar para pedagang di Pasar Ngasem. Materi edukasi mencakup pengelolaan keuangan digital, penggunaan transaksi non-tunai, dan penguatan literasi keuangan untuk meningkatkan daya saing usaha mikro dan kecil.
Perseroan juga menyalurkan bantuan perangkat kebersihan serta melakukan pengecatan sarana umum di lingkungan pasar agar lebih sehat dan produktif.
Bank Mandiri mendukung pelestarian budaya melalui program digitalisasi manuskrip kuno di Perpustakaan Widyapustaka Pakualaman. Program bertajuk "Pustaka Luhur, Akses untuk Semua" ini mencakup proses digitalisasi, alih aksara, dan alih bahasa naskah kuno yang menjadi bagian dari khazanah budaya Kadipaten Pakualaman.
Lewat inisiatif tersebut, Bank Mandiri mendorong agar manuskrip yang memuat sejarah, tata pemerintahan, seni, sastra, dan nilai-nilai budaya Jawa terdokumentasi dengan baik. Warisan budaya ini diharapkan lebih mudah diakses oleh pelajar, mahasiswa, peneliti, hingga masyarakat luas.
Sebelumnya, dalam penyelenggaraan Mandiri Jogja Marathon pada 21 Juni 2026, perseroan telah menjalankan program Mandiri Sahabat Desa. Program itu mencakup perbaikan jalan, pembangunan batas desa, dan aksi bersih desa di 28 desa yang dilalui rute lomba, serta penyaluran 2.800 paket sembako kepada masyarakat sekitar.