BANDAR LAMPUNG — Kompetisi desain Fatmawati Trophy di Lampung tidak hanya menguji kemampuan estetika, tetapi juga pemahaman sejarah perjuangan bangsa. Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung, Winarti, menegaskan bahwa lomba ini dirancang untuk menanamkan nilai nasionalisme pada generasi muda melalui karya kreatif.
"Kompetisi ini bukan hanya tentang kemampuan mendesain, tetapi juga menjadi sarana bagi generasi muda untuk memahami nilai sejarah, perjuangan, dan semangat kebangsaan yang diwariskan para pendiri bangsa," kata Winarti yang bertindak sebagai juri kehormatan.
Proses penjurian melibatkan dewan juri dari Dekranasda Provinsi Lampung, yakni Dendy Mashuri dan Dedi Nauril. Para peserta dinilai berdasarkan empat aspek utama: kreativitas, originalitas karya, kesesuaian dengan tema yang diusung, serta kualitas desain yang ditampilkan.
Dari hasil penilaian tersebut, akan dipilih tiga peserta terbaik yang berhak mewakili Provinsi Lampung pada kompetisi tingkat regional. Lawan yang akan dihadapi adalah desainer muda dari Bangka Belitung dan Sumatera Selatan.
Winarti berharap ajang ini mampu melahirkan desainer-desainer muda berbakat yang tidak hanya kreatif dan inovatif, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai kebangsaan. Menurutnya, Fatmawati Trophy menjadi ruang ekspresi ide sekaligus penguatan pemahaman terhadap budaya bangsa.
"Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang kreatif, inovatif, dan memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai kebangsaan," tambahnya.
Selain sebagai kompetisi, kegiatan ini juga menjadi wadah pengembangan kreativitas generasi muda di Lampung. Fatmawati Trophy sendiri merupakan ajang tahunan yang dinamai dari tokoh nasional Fatmawati Soekarno, yang dikenal sebagai penjahit bendera pusaka dan istri Presiden pertama RI.
Hasil seleksi tingkat provinsi nantinya akan menentukan wakil Lampung yang bersaing dengan peserta dari Bangka Belitung dan Sumatera Selatan pada babak regional Fatmawati Trophy. (*)