Compulsion Games, studio yang berbasis di Montreal, Kanada, menjadi korban pertama dari gelombang PHK massal yang diperkirakan akan melanda divisi Xbox. Menurut laporan Kotaku yang dikutip dari unggahan karyawan di LinkedIn, studio tersebut ditutup meskipun baru saja meraih prestasi gemilang. Belum ada pernyataan resmi dari pihak Xbox atau Compulsion Games terkait kabar ini.
Ironi dari penutupan ini sulit diabaikan. Hanya beberapa bulan lalu, pada April 2026, CEO Xbox Asha Sharma secara terbuka memuji Compulsion Games di platform X atas kemenangan Peabody Award mereka. Ia menyebutnya sebagai "pengakuan yang layak untuk penceritaan yang benar-benar berarti."
Keesokan harinya, dalam wawancara dengan Game File, Sharma bahkan mencontohkan South of Midnight sebagai bukti komitmen Xbox pada kualitas. "Hal-hal besar yang kami pikirkan adalah kami ingin membuat game hebat," katanya saat itu. Matt Booty, chief creative officer Xbox yang baru, juga ikut memuji, menyatakan Microsoft berdedikasi pada tempat di mana kekayaan intelektual baru bisa hidup.
Didirikan pada 2009, Compulsion Games pertama kali dikenal lewat Contrast (2013), lalu We Happy Few (2018). Puncaknya adalah South of Midnight yang dirilis pada 2025 dan menuai sukses kritis. Game tersebut mendapat skor 83% dalam ulasan, memenangkan Games for Impact Award di The Game Awards 2025, Best New Intellectual Property di BAFTA, dan sebuah Peabody Award. Namun, semua penghargaan itu tak cukup untuk menyelamatkan studio dari keputusan korporat.
Kontradiksi ini terkuak setelah Sharma mengirimkan pesan internal ke karyawan Xbox. "Kami memperluas sistem studio saat membutuhkan jalur konten untuk memenuhi berbagai strategi di bidang langganan, streaming, dan perangkat," tulisnya. "Dalam prosesnya, kami merasa terlalu melebar saat menjalankan strategi yang berubah di tengah lanskap konten yang lebih mudah tersedia." Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa efisiensi telah mengalahkan prestasi.
Dengan jumlah karyawan kurang dari 100 orang yang terdaftar di LinkedIn, Compulsion Games hanyalah bagian kecil dari total pemangkasan yang diperkirakan akan dilakukan Xbox dalam beberapa pekan ke depan. Laporan Bloomberg pekan lalu menyebutkan angka PHK yang hampir pasti memaksa setidaknya satu studio ditutup. Kini, prediksi itu menjadi kenyataan.
Penutupan ini mengirimkan pesan dingin ke seluruh industri game: bahkan studio yang baru saja memenangkan penghargaan tertinggi sekalipun tidak aman dari restrukturisasi. Bagi para pengembang yang tersisa di Xbox, pujian publik dari atasan kini terasa seperti kutukan, bukan jaminan keamanan kerja.