BANDAR LAMPUNG — Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, membuka langsung Rapimnas IPPNU 2026 di Balai Keratun Provinsi Lampung. Dalam sambutannya, ia menyoroti persoalan krusial yang dihadapi generasi muda saat ini: bukan lagi minimnya akses informasi, melainkan banjir data yang tak terverifikasi.
“Harus tau sanadnya dari mana, karena anak anak sekarang itu disajikan informasi yang sangat banyak sekali. Dengan kapasitas intelektual yang baik, maka pelajar dapat memilah informasi dengan baik pula,” ujar Jihan.
Jihan menegaskan bahwa IPPNU memiliki peran strategis dalam membangun karakter Islami di tingkat pelajar. “Tanpa ada karakter yang baik, ilmu akan percuma,” tegasnya di hadapan perwakilan 23 Pimpinan Wilayah (PW) IPPNU se-Indonesia.
Ketua Umum PP IPPNU, Whasfi Velasufah, menyebut berbagai dinamika organisasi bukanlah hambatan, melainkan tantangan yang harus dihadapi. Di tengah bonus demografi dan era disrupsi, ia meminta seluruh kader bertransformasi menjadi pribadi yang adaptif.
“Rekan rekanita jadilah organisasi yang adaptif, dan bukan hanya sebagai organisasi tetapi juga individu,” pesan Whasfi.
Salah satu agenda penting dalam Rapimnas kali ini adalah peluncuran program “Teman Sebaya”. Inisiatif ini dirancang untuk mengedukasi pelajar agar mampu menjadi pendengar yang baik dan peka mendeteksi tanda-tanda kekerasan yang dialami teman sesamanya.
Ketua PWNU Lampung, Puji Raharjo, menyambut hangat terpilihnya Lampung sebagai tuan rumah. Ia menekankan bahwa menjadi “great” tidak harus rumit. “Hari ini untuk menjadi great itu tidak harus ribet dan berlebihan. Di setiap sudut negeri ini punya kesempatan untuk menjadi great,” katanya.
Puji juga mengingatkan pentingnya literasi keagamaan yang bersumber pada otoritas jelas. Ia menyebut ruang digital seperti Google kerap hanya menampilkan jawaban paling populer, bukan yang paling sahih secara keilmuan.
Ketua Pelaksana sekaligus Bendahara Umum PP IPPNU, Erniyanti, melaporkan bahwa forum ini dihadiri perwakilan dari 23 PW IPPNU se-Indonesia. “Kami akan merumuskan arah kebijakan organisasi kami serta memperkuat konsolidasi pengurus seluruh Indonesia,” tuturnya.
Rapimnas 2026 menjadi pertemuan puncak terakhir di periode kepengurusan saat ini. Seluruh hasil rumusan akan menjadi pijakan menuju kongres organisasi yang akan datang.