Grand Final MPL ID S17: Onic dan BTR Rebutkan Takhta MLBB di Laga Best-of-Seven

Penulis: Rizky Firmansyah  •  Minggu, 14 Juni 2026 | 10:06:31 WIB
Onic dan BTR bersaing ketat dalam Grand Final MPL ID S17 dengan format best-of-seven.

LAMPUNG — Grand Final MPL ID S17 tak sekadar mempertemukan dua tim terkuat. Sepanjang playoff, format double elimination digunakan, namun laga puncak dan Lower Bracket Final musim ini mengadopsi format best-of-seven. Artinya, setiap kesalahan di fase early game, pick and ban, hingga eksekusi Lord bisa langsung menentukan hasil akhir.

Kedua tim sudah memastikan tiket ke MSC 2026 di Paris, yang akan berlangsung beriringan dengan Esports World Cup mulai 1 Juli mendatang. Namun, gelar juara domestik tetap menjadi prioritas utama—simbol supremasi yang membedakan antara tim kuat dan tim terbaik di Indonesia.

Jalan Berbeda Menuju Final

Onic Esports mengamankan tempat lebih dulu setelah mengalahkan Geek Fam dengan skor meyakinkan 4-1 di Upper Bracket Final. Konsistensi sepanjang musim membuat mereka dijagokan sebagai favorit.

Di sisi lain, BTR harus melewati jalan terjal. Setelah kalah tipis 3-4 dari Onic di upper bracket, mereka jatuh ke lower bracket dan kembali bertemu Geek Fam. Meski sempat tertinggal di game pertama, ketahanan mental dan kematangan strategi tim berjuluk Robot Merah itu akhirnya membuahkan kemenangan 4-1, sekaligus mengamankan satu tempat di grand final.

Faktor Mental dan Dendam yang Jadi Motivasi

Bagi BTR, partai puncak ini bukan sekadar perebutan gelar. Ini adalah kesempatan balas dendam setelah kekalahan tipis di upper bracket. Kekalahan itu telah berubah menjadi fokus dan motivasi tambahan untuk membuktikan bahwa mereka mampu bangkit di momen paling krusial.

Sementara Onic datang dengan misi mempertahankan dominasi. Mereka harus membuktikan bahwa performa konsisten sepanjang musim bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari sistem dan filosofi permainan yang solid. Pertarungan ini bukan hanya soal skill individu, melainkan soal adaptasi, pengambilan risiko, dan kesiapan psikologis menghadapi tekanan panggung terbesar.

Apa yang Dipertaruhkan?

Lebih dari sekadar trofi, laga ini menjadi tolak ukur siapa yang benar-benar siap secara teknis dan emosional. Baik Onic maupun BTR, dengan komposisi pemain yang sudah teruji, sadar bahwa satu momen clutch bisa mengubah segalanya. Di depan jutaan pasang mata, mereka tak hanya bermain untuk organisasi, tetapi juga untuk membuktikan bahwa mereka layak disebut sebagai raja MLBB Indonesia musim ini.

Reporter: Rizky Firmansyah
Sumber: sumbawanews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top