METRO — Polemik penerimaan siswa baru di SMAN 1 Metro akhirnya mendapat jawaban resmi. Kepala SMAN 1 Metro, Ibnu Budi Cahyana, yang mendampingi Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, memberikan klarifikasi di hadapan publik. Klarifikasi ini menyasar langsung pernyataan Matta Institute yang sebelumnya menyoroti kejanggalan dalam proses SPMB.
Penyelenggara menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi telah dijalankan secara objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Tuduhan kecurangan atau pelanggaran prosedur dinilai tidak berdasar dan hanya bersumber dari spekulasi yang tidak didukung fakta.
Keputusan menggelar tes ulang bagi 406 peserta sesi kedua menjadi titik krusial yang disorot. Pihak sekolah menjelaskan, kebijakan ini diambil murni karena adanya gangguan pada server aplikasi saat ujian berlangsung. Gangguan tersebut bersifat teknis dan segera ditangani oleh tim penyelenggara.
"Tes ulang dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab untuk menjamin hak peserta. Standar pelaksanaannya sama, diawasi ketat, dan tidak memberikan keuntungan bagi pihak mana pun," demikian bunyi pernyataan resmi yang diterima redaksi.
Agar tidak terus menjadi perdebatan, penyelenggara merujuk pada tiga dasar hukum yang mengikat pelaksanaan SPMB tahun ini. Pertama, Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 sebagai pedoman nasional. Kedua, Keputusan Gubernur Lampung Nomor G/289/V.01/HK/2025 yang mengatur petunjuk teknis tingkat provinsi. Ketiga, Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung yang menetapkan SMAN 1 Metro sebagai sekolah unggul.
Kekhawatiran publik terkait kebocoran data peserta juga langsung dijawab. Sistem SPMB disebut telah dilengkapi dengan pengamanan berlapis untuk memastikan integritas data dan hasil seleksi. Pihak sekolah menjamin tidak ada perubahan nilai maupun kebocoran data selama dan setelah proses seleksi berlangsung.
Penyelenggara menyatakan siap terbuka terhadap pengawasan dari instansi berwenang. Setiap kebijakan yang diambil, menurut mereka, semata-mata bertujuan menjaga keadilan dan kredibilitas proses seleksi di SMAN 1 Metro.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi dan tetap percaya pada proses yang telah sesuai ketentuan.