Pertamina Sumbagsel Garap Infrastruktur Lembah Suhita Lampung, Kunjungan Melonjak 1.400 Orang di Semester I 2026

Penulis: Burhanuddin Yahya  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 19:58:31 WIB
Pertamina Sumbagsel memperkuat infrastruktur Lembah Suhita untuk mendukung konservasi lebah dan eduwisata.

BANDARLAMPUNG — Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) memperkuat infrastruktur kawasan konservasi lebah dan eduwisata Lembah Suhita di Provinsi Lampung. Langkah ini merupakan bagian dari program pelestarian keanekaragaman hayati yang diintegrasikan dengan pemberdayaan masyarakat sekitar.

Akses Baru Dongkrak Jumlah Pengunjung

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Rusminto Wahyudi mengatakan, komitmen perusahaan difokuskan pada penguatan akses kawasan P4S Lembah Suhita. “Kami berharap dukungan ini dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung dan peserta pelatihan,” ujarnya dalam keterangan resmi di Bandarlampung, Jumat.

Hasilnya terlihat nyata. Ketua P4S Lembah Suhita Suyadi mengungkapkan, sebelum pendampingan, kawasan ini hanya dikunjungi sekitar 1.000 orang per tahun. Namun pada periode Januari hingga Juni 2026 saja, angka itu sudah mencapai 1.400 orang. “Dengan akses yang lebih baik, masyarakat semakin mudah datang untuk belajar budidaya lebah,” kata Suyadi.

500 Koloni Lebah dan Tanaman Pakan Khusus

Saat ini, Lembah Suhita mengelola sekitar 500 koloni lebah yang dirawat oleh 25 anggota kelompok. Pertamina mendorong pengembangan tanaman kaliandra sebagai sumber pakan lebah untuk menjaga keberlanjutan koloni dan keseimbangan ekosistem setempat.

Rusminto menjelaskan, lebah memiliki peran vital dalam penyerbukan berbagai jenis tanaman. Konservasi lebah tidak hanya menjaga keanekaragaman hayati, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. “Melalui Lembah Suhita, kami ingin menghadirkan manfaat lingkungan dan ekonomi yang dapat tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.

Eduwisata Berbasis Pelatihan Pertanian Ramah Lingkungan

Kawasan ini berfungsi sebagai pusat edukasi dan pelatihan budidaya lebah madu, pengolahan produk turunan madu, serta praktik pertanian ramah lingkungan. Puluhan kelompok telah mengikuti kegiatan edukasi di lokasi tersebut sejak awal 2026.

Program ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), Tujuan 15 (Menjaga Ekosistem Daratan), dan Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Reporter: Burhanuddin Yahya
Sumber: lampung.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top