BANDARLAMPUNG — Puluhan petani di Desa Gedung Ratu, Tulang Bawang Barat, bisa bernapas lega. Saluran irigasi Way Gemol yang rusak akibat hujan deras mulai diperbaiki BBWS Mesuji Sekampung pada Jumat pekan lalu. Targetnya, seluruh pekerjaan rampung dalam waktu tujuh hari.
Kepala Satker Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) BBWS Mesuji Sekampung, Arie Bayu Purnomo, mengatakan timnya sudah turun ke lokasi dan menemukan sejumlah U-Ditch beton bergeser bahkan terguling dari posisi semula. "Akibat luapan air saat hujan deras, konstruksi itu harus segera diperbaiki," katanya dalam keterangan resmi di Bandarlampung.
BBWS Mesuji Sekampung langsung meminta kontraktor pelaksana, PT Brantas Abipraya, mengerahkan alat berat dan tenaga kerja ke lokasi. Satu unit ekskavator dikerahkan untuk mengangkat U-Ditch yang bergeser, sementara 10 pekerja sudah berada di lapangan sejak hari pertama.
"Kami akan terus melakukan monitoring selama proses perbaikan berlangsung agar hasil pekerjaan sesuai dengan yang direncanakan," kata Arie.
Site Engineering Manager (SEM) Proyek PT Brantas Abipraya, Nadil, menjelaskan bahwa perbaikan saluran Way Gemol merupakan bagian dari proyek Inpres Tahap III Tahun 2025 yang masih dalam masa pemeliharaan. Karena itu, proses perbaikan langsung dimulai tanpa menunggu prosedur panjang.
"Perbaikan langsung kami mulai hari ini. Untuk alatnya, satu unit ekskavator kami datangkan untuk mengangkat U-Ditch dan 10 pekerja sudah di lokasi," kata Nadil.
Menurut Nadil, kerusakan terjadi karena luapan air yang tidak lagi tertampung sehingga menyebabkan bagian U-Ditch bergeser. Untuk mencegah kejadian serupa, pondasi atau dudukan U-Ditch akan diperkuat dan diperbaiki sesuai kondisi lapangan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker PJPA BBWS Mesuji Sekampung, Fudi Firmantoro, mengatakan peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi kerusakan dan menentukan langkah rehabilitasi yang tepat. "Hasil peninjauan juga menjadi dasar penyusunan metode rehabilitasi agar perbaikan lebih optimal dan saluran dapat berfungsi dengan baik dalam jangka panjang," ujarnya.
Fudi menambahkan bahwa perbaikan dipercepat untuk mengantisipasi musim tanam berikutnya. Setelah pekerjaan selesai, saluran ini diharapkan dapat kembali berfungsi normal dalam mengalirkan air ke lahan pertanian warga.
"Kami pastikan saluran ini dapat kembali berfungsi normal dalam mengalirkan air ke lahan pertanian," kata Fudi.