Orado Lampung Targetkan Medali Emas di PON 2032 usai Resmi Masuk KONI, Kejurnas Pertama Sudah Tembus 3 Besar

Penulis: Burhanuddin Yahya  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 13:23:31 WIB
Orado Lampung resmi bergabung dengan KONI dan gelar Kejuaraan Antar Klub Domino sebagai langkah awal pembinaan atlet.

BANDAR LAMPUNG — Orado Lampung tak main-main dalam membangun ekosistem olahraga domino. Setelah resmi diterima sebagai anggota pada Rakerda KONI Pusat, pengurus kini bergerak cepat dengan menggelar Kejuaraan Antar Klub Domino di Lampung, Kamis (11/6/2026). Kejuaraan ini sekaligus menjadi momentum pendaftaran resmi ke KONI Lampung.

Dari Klub Lokal, Menuju PON 2028 dan 2032

Ketua Umum Pengprov Orado Lampung, Budi Darmawan, menjelaskan bahwa kejuaraan antar klub ini adalah langkah awal pembinaan atlet dari akar rumput. "Dari klub-klub itulah, nanti awal dari pembinaan, sehingga kami mendorong klub-klub untuk bergabung agar bisa dibina oleh pengurus cabang maupun pengprov," ujarnya.

Strategi ini dirancang untuk membangun basis atlet yang kuat secara bertahap. Target Orado Lampung terbagi dalam dua fase: pada PON 2028, mereka membidik peluang sebagai cabang olahraga eksibisi atau yang dipertandingkan jika regulasi memungkinkan. Fase puncak ada di PON 2032, saat Lampung dan Banten menjadi tuan rumah bersama, dengan target membawa pulang medali emas.

Optimisme dari Kejurnas Pertama: Satu dari Dua Wakil Juara 3 Nasional

Keyakinan menembus puncak prestasi bukan tanpa bukti. Pada kejuaraan nasional (Kejurnas) pertama yang diikuti Orado, Lampung mengirimkan dua wakil. Hasilnya, salah satu atlet berhasil menyabet juara tiga nasional. Capaian ini menjadi modal berharga untuk mengukur daya saing atlet domino Lampung di level nasional.

Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme yang muncul, bahkan sebelum status resmi Orado sebagai anggota KONI rampung. "Kami melihat belum terdaftar resmi saja antusiasmenya sudah luar biasa. Kami sangat mengapresiasi ini, karena artinya cabang olahraga ini memang sudah memasyarakat, tinggal nanti mengorganisirnya menjadi olahraga prestasi yang membanggakan daerah," kata Taufik.

Pembinaan Terstruktur Jadi Kunci

Menurut Budi Darmawan, kejuaraan yang digelar untuk memperingati HUT ke-80 POM AD ini bukan sekadar seremonial. Ini menjadi ajang untuk memetakan potensi atlet dari berbagai klub di Lampung. Dengan bergabungnya Orado ke KONI, pembinaan bisa berjalan lebih terstruktur, mulai dari tingkat klub, cabang, hingga provinsi.

Taufik Hidayat pun mendorong pengurus untuk segera tancap gas. "Dengan resminya pendaftaran Orado ke KONI Lampung ini, para pengurus dapat segera tancap gas mempersiapkan atlet-atlet terbaik demi mendulang juara di PON masa depan," tegasnya.

Transformasi domino menjadi olahraga prestasi di Lampung kini resmi dimulai. Target emas di PON 2032 bukan lagi sekadar wacana, melainkan peta jalan yang mulai dijalankan dari kejuaraan antar klub di kampung halaman.

Reporter: Burhanuddin Yahya
Sumber: lampungpro.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top