LAMPUNG — Shin Tae-yong resmi diperkenalkan sebagai pelatih Persija Jakarta untuk musim 2026/27. Namun, siapa saja yang akan duduk di bangku cadangan mendampinginya masih menjadi tanda tanya. Jawabannya: hampir semua nama sudah dikenal publik sepak bola Indonesia.
“Untuk jajaran staf pelatih, saya sudah menyusunnya yang hampir seluruhnya terdiri dari staf pelatih saat di Timnas dulu, yang mungkin sudah hampir semuanya tahu,” ujar Shin Tae-yong kepada laman resmi ileague.id, Kamis (11/6).
Alih-alih ikut campur, Presiden Persija Mohamad Prapanca justru memberi keleluasaan penuh. Menurutnya, penyusunan tim pelatih adalah kewenangan mutlak Shin Tae-yong. Yang terpenting, tim bisa langsung bekerja membangun fondasi skuad untuk musim baru.
“Agar Coach Shin bisa bekerja lebih efektif dan fokus, beliau membentuk tim kepelatihannya sendiri yang turut dibawa ke Persija,” kata Prapanca.
Langkah ini dinilai strategis. Shin Tae-yong sudah memiliki chemistry panjang dengan staf lamanya, sehingga proses adaptasi bisa diminimalkan. Persija pun tak perlu memulai dari nol dalam membangun sistem permainan.
Prapanca menegaskan, penunjukkan Shin Tae-yong bukan sekadar proyek jangka pendek. Persija menargetkan pembangunan berkelanjutan yang melibatkan pelatih asal Korea Selatan itu dalam pengembangan infrastruktur klub, termasuk pembinaan pemain muda.
“Kami ingin membangun proses secara bertahap. Coach Shin juga nantinya akan terlibat dalam pengembangan infrastruktur Persija, termasuk pembinaan pemain muda, sehingga dalam tiga tahun ke depan kami berharap dapat mempercepat proses pembangunan tim secara menyeluruh,” ucap Prapanca.
Dengan dibawanya tim kepelatihan bentukan Shin Tae-yong, otomatis posisi asisten pelatih dan staf pendukung musim lalu harus dievaluasi. Belum ada pernyataan resmi mengenai nasib mereka, namun sinyal perombakan total sudah terang. Persija memilih jalur cepat dengan mengandalkan tim yang sudah terbukti bekerja di level Timnas.