BANDAR LAMPUNG — Nasib tragis menimpa Maryani, warga Kota Baru, Tanjungkarang Timur, yang terpaksa menjalani amputasi kedua lengannya usai tersengat listrik tegangan tinggi pada 22 Mei 2026. Kini, secercah harapan muncul setelah Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal turun tangan menjanjikan bantuan tangan palsu.
Peristiwa nahas itu terjadi saat Maryani tengah bekerja memasang spandek di rumah tetangganya. Tanpa disadari, tubuhnya bersentuhan dengan kabel listrik bertegangan tinggi, menyebabkan luka bakar parah di kedua lengan. Tim medis terpaksa mengamputasi kedua tangannya demi menyelamatkan jiwa korban.
Penderitaan Maryani bertambah. Proses perawatannya sempat terhambat karena adanya tunggakan kepesertaan BPJS Kesehatan, memaksanya berpindah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
Maryani tinggal bersama istri dan anak perempuannya di rumah sederhana. Sebagai tulang punggung keluarga, kondisinya kini sangat memprihatinkan. Sejak kecelakaan, ia tak lagi bisa bekerja, membuat beban ekonomi keluarga kian berat. Warga sekitar pun bergerak menggalang bantuan untuk meringankan kebutuhan sehari-hari keluarga korban.
Mengetahui kondisi Maryani, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal langsung menginstruksikan RMD Team untuk turun ke lapangan. Dewi Mayang Suri Djausal, yang memimpin kunjungan, memastikan Pemprov Lampung serius mengupayakan pemulihan fungsi fisik korban.
"Alhamdulillah, kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Lampung terkait upaya pengadaan tangan palsu agar beliau dapat kembali beraktivitas. Bantuan ini juga merupakan bentuk perhatian dari Bapak Gubernur yang langsung merespons peristiwa tersebut," ujar Mayang dalam keterangannya.
Menurutnya, tangan prostetik sangat vital untuk mengembalikan kemandirian Maryani. "Semoga bantuan ini nantinya dapat bermanfaat dan membantu Pak Maryani dalam menjalani aktivitas sehari-hari," tambahnya.
Kunjungan tim gubernur disambut haru oleh keluarga Maryani. Di tengah keterbatasan fisik yang dialami, perhatian dan respons cepat dari pemerintah daerah menjadi suntikan moril yang berarti. Langkah Pemprov Lampung kini dinanti: realisasi pengadaan tangan palsu menjadi kunci bagi Maryani untuk bangkit dan menjalani kehidupan yang lebih mandiri.