Embun Upas Selimuti Lautan Pasir Bromo, Suhu Capai 0 Derajat Celsius, Wisatawan Diimbau Waspada

Penulis: Burhanuddin Yahya  •  Selasa, 09 Juni 2026 | 16:52:32 WIB
Embun upas menyelimuti lautan pasir Bromo dengan kristal es saat suhu mencapai 0 derajat Celsius.

LAMPUNG — Fenomena alam tahunan yang dikenal warga lokal sebagai "bediding" atau embun upas ini terkonsentrasi di kawasan lautan pasir dan lereng tebing Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Lapisan kristal es mulai terbentuk sempurna pada pagi buta sebelum matahari terbit, menghiasi setiap helai daun dan butiran pasir hitam dengan lapisan es tipis.

Daya Tarik Wisata dan Risiko Kesehatan di Balik Suhu Ekstrem

Bagi para pelancong, momen ini menjadi buruan utama. Salah seorang pengunjung asal luar daerah, Irma, mengaku nekat menembus udara dingin demi mengabadikan pemandangan langka tersebut. "Pemandangannya cantik sekali, semak-semaknya benar-benar ada lapisan es tipis seperti salju. Dinginnya luar biasa menusuk tulang, tapi rasanya terbayar lunas karena pemandangan Bromo jadi jauh lebih berkesan dan berbeda dari biasanya," tuturnya, Selasa (9/6/2026).

Namun, suhu udara yang mencapai titik beku juga menyimpan risiko bagi kesehatan fisik. Pihak pengelola taman nasional dan pemandu wisata setempat telah mengeluarkan imbauan tegas kepada wisatawan yang hendak berkunjung selama musim bediding ini. Wisatawan diminta mempersiapkan pakaian berlapis, perlengkapan pelindung dari angin, serta tidak memaksakan diri jika mengalami gejala hipotermia.

Siklus Tahunan yang Kian Dinantikan

Fenomena embun upas di Bromo merupakan siklus tahunan yang terjadi ketika suhu udara di kawasan taman nasional turun drastis. Pada titik beku inilah, embun pagi yang menempel di permukaan langsung mengkristal menjadi es. Kehadiran kristal es yang menghiasi vegetasi dan hamparan pasir hitam ini sukses menambah daya tarik visual, memberikan sensasi berwisata layaknya berada di negara dengan empat musim.

Meski bukan pertama kalinya terjadi, setiap kemunculan fenomena ini selalu menyedot perhatian. Banyak wisatawan yang rela menempuh perjalanan jauh sejak dini hari demi bisa menyaksikan lautan pasir yang berubah menjadi hamparan kristal sebelum matahari terbit mencairkannya. Pengelola taman nasional mencatat, lonjakan kunjungan biasanya terjadi pada pekan-pekan saat suhu mencapai titik terendah.

Bagi warga sekitar, fenomena ini bukan sekadar atraksi wisata. Embun upas kerap menjadi penanda musim kemarau telah tiba dengan puncak dinginnya. Petani di lereng Bromo biasanya memanfaatkan momen ini untuk menanam jenis sayuran yang cocok dengan suhu rendah, meskipun harus waspada terhadap risiko gagal panen akibat embun beku yang terlalu ekstrem.

Reporter: Burhanuddin Yahya
Sumber: jatim.inews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top