LAMPUNG TIMUR — Dua staf KUA Kecamatan Metro Kibang, Mei Andriyani dan Muhammad Nasron, mendatangi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur. Keduanya ingin memperdalam pemahaman teknis aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) yang kini menjadi tulang punggung administrasi persuratan elektronik.
Dalam kunjungan itu, mereka didampingi operator SRIKANDI Kemenag Lampung Timur, Rachma Adji Ramadanti. Materi yang dibahas mencakup pengenalan fitur, tata cara pembuatan surat keluar, penerimaan surat masuk, disposisi, hingga pengarsipan dokumen secara digital.
Koordinasi ini juga menjadi ajang diskusi untuk mengatasi kendala teknis yang kerap muncul di tingkat KUA. Dengan pendampingan langsung, para staf diharapkan lebih siap menjalankan sistem kearsipan digital secara optimal.
Mei Andriyani menyebut koordinasi dan pembelajaran tatap muka sangat membantu memahami mekanisme aplikasi. Menurutnya, penerapan SRIKANDI merupakan bagian dari transformasi digital dan upaya meningkatkan kualitas pelayanan administrasi di lingkungan Kementerian Agama.
“Koordinasi dan pembelajaran secara langsung sangat membantu dalam memahami mekanisme penggunaan aplikasi SRIKANDI,” ujar Mei Andriyani.
Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Metro Kibang berkomitmen meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Targetnya, digitalisasi layanan administrasi bisa berjalan efektif, efisien, akuntabel, dan modern.
Langkah ini sekaligus mendukung kebijakan pemerintah pusat yang mendorong seluruh instansi beralih ke sistem kearsipan berbasis elektronik. KUA Metro Kibang menjadi salah satu contoh unit kerja di tingkat kecamatan yang serius mengadopsi perubahan ini.