LAMPUNG TENGAH — Rumah reyot milik Poniran di Dusun V Kampung Sridadi, Kalirejo, kini mulai berdiri kokoh setelah puluhan warga bergotong royong membedahnya secara swadaya. Sejak pagi, mereka bongkar atap, ganti rangka, pasang dinding, hingga cor lantai. Material bangunan sebagian besar hasil sumbangan warga setempat.
Tak ada upah sepeser pun dalam kerja bakti ini. Yang ada hanya semangat "ringan sama dijinjing, berat sama dipikul" yang sudah mengakar di kampung tersebut. Program bedah rumah swadaya ini langsung dipimpin Kadus V Ponirin dan difasilitasi penuh oleh perangkat kampung.
Babinsa Koramil 411-15/Kalirejo Peltu Sofyan ikut turun langsung mengangkat material bangunan bersama warga. Ia menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga keamanan.
"Kami hadir bukan cuma jaga keamanan. Kalau warga butuh, Babinsa wajib terjun. Rumah layak itu kebutuhan dasar. Alhamdulillah warga Sridadi kompak luar biasa," ujar Peltu Sofyan di sela-sela kerja bakti.
Kepala Kampung Sridadi Suroso Adi Saputro mengapresiasi inisiatif warga Dusun V yang bergerak sendiri tanpa harus menunggu bantuan pemerintah. Menurutnya, gotong royong menjadi solusi paling efektif untuk memperbaiki rumah-rumah warga yang memprihatinkan.
"Pemerintah kampung hanya fasilitasi. Yang kerja semua warga. Ini bukti Sridadi Bisa. Kalau kompak, nggak ada rumah warga yang reyot," tegas Kakam Suroso.
Poniran, pemilik rumah yang direnovasi, tak bisa menyembunyikan rasa harunya. Rumah yang selama ini bocor setiap kali hujan kini mulai layak huni berkat uluran tangan tetangga dan aparat setempat.
"Saya cuma bisa bilang terima kasih. Terima kasih Pak Kakam, Pak Babinsa, Pak Kadus, dan semua warga yang sudah bantu. Doa saya semoga kebaikan bapak ibu semua dibalas Allah berlipat," ucap Poniran dengan suara bergetar.
Bedah rumah swadaya di Sridadi ini membuktikan bahwa program perbaikan rumah tidak layak huni bisa berjalan lebih cepat jika dimulai dari inisiatif warga sendiri. Kampung Sridadi sekali lagi menunjukkan bahwa kekompakan adalah fondasi utama pembangunan di tingkat akar rumput.