LAMPUNG — Setelah diperkenalkan secara global pekan lalu dan dirilis di India kemarin, Xiaomi 17T dan 17T Pro akhirnya dijadwalkan masuk pasar China. Peluncuran pada 8 Juni ini menjadi debut seri T di sana, yang sebelumnya lebih sering hadir di pasar global seperti Eropa dan Asia.
Xiaomi 17T ditenagai chip Dimensity 8500 Ultra, sementara varian Pro menggunakan Dimensity 9500. Keduanya sudah berjalan di sistem operasi Android 16 dengan antarmuka HyperOS 3.
Perbedaan tidak hanya di prosesor. Ukuran layar dan kapasitas baterai kedua ponsel ini juga berbeda.
Xiaomi 17T mengusung layar AMOLED 6,59 inci dengan refresh rate 120Hz dan resolusi 1.268p. Baterainya menggunakan teknologi silikon-karbon (Si/C) berkapasitas 6.500 mAh.
Untuk varian Pro, bahan yang tersedia belum menyebut spesifikasi layar dan baterainya secara detail. Namun, perbedaan chip sudah cukup menjadi pembeda utama di antara keduanya.
Xiaomi belum memberikan konfirmasi resmi soal ketersediaan seri 17T di Indonesia. Namun, melihat pola peluncuran sebelumnya, seri T biasanya tiba di pasar Tanah Air beberapa pekan setelah rilis global.
Peluncuran di India yang berlangsung lebih cepat dari China juga menandakan bahwa prioritas distribusi Xiaomi saat ini cukup merata. Pasar Indonesia biasanya masuk dalam gelombang kedua atau ketiga distribusi global Xiaomi.
Seri T selama ini diposisikan sebagai lini menengah-atas yang mengedepankan keseimbangan antara performa dan fitur. Dengan chip Dimensity 8500 Ultra dan 9500, kedua ponsel ini menyasar pengguna yang menginginkan performa tinggi tanpa harus membayar harga flagship.
Baterai 6.500 mAh pada varian standar juga menjadi nilai jual utama, terutama bagi pengguna yang membutuhkan daya tahan seharian penuh untuk multitasking atau gaming.