BANDAR LAMPUNG — Angka temuan kasus Tuberkulosis (TBC) di Lampung masih jauh dari target. Dari estimasi 30.345 kasus yang ditargetkan pada 2026, baru 6.069 kasus yang berhasil terdeteksi atau setara 20 persen. Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyebut kondisi ini justru harus menjadi perhatian serius, bukan dianggap sebagai keberhasilan.
"Jadi kita mengejar temuan. Jadi lebih banyak temuan maka akan lebih baik, ini artinya," tegas Jihan saat memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) secara daring, Jumat (5/6/2026).
Kabupaten Lampung Tengah menjadi perhatian khusus dalam rakor tersebut. Sebagai kabupaten dengan jumlah penduduk terbanyak di Lampung, angka temuan kasus TBC di daerah ini mencapai 4.491 kasus. Namun, angka itu masih di bawah potensi kasus yang diperkirakan sebenarnya.
Jihan meluruskan persepsi keliru di sejumlah daerah yang menganggap minimnya laporan kasus sebagai tanda keberhasilan. Menurutnya, rendahnya angka temuan justru berbanding lurus dengan tingginya success rate atau angka kesembuhan pengobatan TBC saat ini. Artinya, pasien yang sembuh hanya dari kasus yang berhasil dideteksi.
Pemerintah Provinsi Lampung tengah mematangkan inovasi skrining TBC mandiri secara digital yang terintegrasi dengan WhatsApp. Platform ini direncanakan menyasar tempat-tempat pelayanan publik, seperti bandara hingga pelabuhan, melalui skema skrining massal yang terstruktur.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat deteksi dini tanpa membebani fasilitas kesehatan. Wagub Jihan meminta agar setiap daerah segera mengoptimalkan peran kader dan Desa Siaga TBC untuk mendukung program tersebut.
Rakor juga membahas sinkronisasi program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi pasien TBC tahap 6 tahun 2026. Dari total 367 usulan di Provinsi Lampung, Kabupaten Lampung Tengah mencatatkan 28 sasaran yang memenuhi kriteria awal, dengan 5 pasien yang telah terverifikasi faktual.
Wagub meminta sisa kuota yang ada dapat dioptimalkan secara maksimal oleh Satker Perkim dan Dinas Kesehatan Lampung Tengah. Ia juga menekankan pentingnya dukungan intervensi anggaran untuk tim penemuan TBC di Dinas Kesehatan setempat.
Di akhir arahannya, Jihan memberikan sejumlah rekomendasi strategis bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah. Pertama, penguatan draf Rencana Aksi Daerah (RAD) TBC yang saat ini masih dalam proses. Kedua, optimalisasi peran kader dan Desa Siaga TBC. Ketiga, integrasi fasilitas kesehatan swasta dan praktik mandiri dalam pelaporan Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB).
"Untuk itu mohon dukungan intervensi anggaran, untuk tim penemuan tuberkulosis di Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah (agar) mereka semua dapat mengoptimalkan pelaksanaan screening TB aktif," harap Wagub.
Usai arahan Wakil Gubernur, rakor dilanjutkan dengan pemaparan laporan perkembangan penanggulangan TBC oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Tengah serta diskusi interaktif lintas sektoral.