LAMPUNG TIMUR — Kondisi jembatan kayu di Dusun V, Desa Rantau Fajar, Kecamatan Raman Utara, sudah sangat memprihatinkan. Papan-papannya lapuk dimakan usia. Sesepuh desa, Kasno (79), mengingat jembatan itu pertama kali dibangun sekitar tahun 1982.
“Bisa kita lihat kondisinya sudah sangat memprihatinkan, banyak papan yang sudah lapuk sehingga membahayakan bagi masyarakat yang melintas,” ujarnya.
Pekan lalu, peletakan batu pertama atau groundbreaking dilakukan langsung oleh Dandim 0429/Lamtim Letkol Inf Danang Setiaji bersama Wakil Bupati Lampung Timur Hi. Azwar Hadi. Turut hadir Ketua DPRD Lampung Timur Rida Rotul Aliyah, Kajari Lamtim Joko Saptono, serta Forkopimcam Raman Utara.
Dalam kesempatan yang sama, Forkopimda juga menyerahkan 20 paket sembako kepada warga setempat. Bantuan itu diberikan sebagai wujud kepedulian sosial selama proses pembangunan berlangsung.
Wakil Bupati Lampung Timur Azwar Hadi menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan jajaran TNI AD. Menurutnya, jembatan baru ini akan memangkas jarak mobilitas warga secara signifikan.
“Tentunya ini akan sangat membantu memangkas jarak bagi masyarakat yang akan melakukan mobilitas dari 9 Km menjadi 4 sampai dengan 5 Km,” ujarnya.
Dandim 0429/Lamtim Letkol Inf Danang Setiaji menjelaskan, pembangunan jembatan di Desa Rantau Fajar merupakan lanjutan dari tahap III dan IV yang sudah berlangsung di Desa Trisinar, Kecamatan Marga Tiga, serta Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur. Saat ini, total ada tiga titik pengerjaan jembatan Perintis Garuda di wilayah Kodim 0429/Lamtim.
“Mari kita saling bangun komunikasi dan kerjasama agar sebelum Agustus 2026 dapat selesai pengerjaannya sehingga memberikan dampak bagi warga sekitar,” imbuh Danang.
Program pembangunan jembatan ini merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo kepada TNI AD, dalam hal ini jajaran Kodam XXI/Radin Inten dan Korem 043/Gatam. Tujuannya, memberikan fasilitas yang menunjang mobilitas sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat Lampung Timur.