Microsoft menutup Build 2026 pada Rabu (20/5) dengan pameran teknologi yang memenuhi Fort Mason Center—mulai dari mobil balap Formula 1 Mercedes AMG hingga mesin pencetak kaos. Tapi di luar gerbang, suara berbeda terdengar. Sekelompok pengunjuk rasa menentang ekspansi data center Microsoft yang dinilai menguras sumber daya lokal tanpa kejelasan manfaat bagi warga sekitar.
Dalam sesi podcast langsung di tengah konferensi, Nadella mengakui bahwa izin sosial untuk membangun data center tidak bisa didapat begitu saja. "Semua ini harus nyata. Jika masyarakat merasa harga energi tidak berubah, atau justru naik, dan air tidak dipulihkan, kami tidak akan mendapat izin," ujarnya.
Microsoft berjanji menambah lapangan kerja selama dan setelah konstruksi. Namun Nadella menegaskan bahwa skeptisisme komunitas adalah hal sehat. "Pertanyaan keras justru memastikan kami melakukan hal yang benar," katanya.
Di dalam sesi keynote yang berlangsung nyaris tiga jam, Nadella memperkenalkan Project Solara—perangkat AI agentik anyar yang dirancang untuk bertindak atas nama pengguna. Ia menyebut visi ini sebagai "Bing untuk bot", sebuah platform tempat AI agent bisa menjalankan tugas kompleks secara otonom.
Microsoft juga merilis tujuh model AI baru, termasuk model penalaran (reasoning model) perdana mereka dan generator gambar yang disebut mampu mengungguli Nano Banana dalam metrik kunci. Tak ketinggalan, OpenClaw—platform AI agentik yang menggemparkan industri awal tahun ini—kini resmi hadir di Windows. Pendirinya, Peter Steinberger, naik panggung disambut sorak pengembang.
Salah satu pameran paling ramai di Masonic Auditorium adalah Surface Laptop Ultra yang ditenagai chip Nvidia RTX Spark. Dalam demo langsung, perangkat ini menunjukkan kemampuan akselerasi AI untuk beban kerja pengembang dan kreator konten. Pengunjung bisa melihat sendiri bagaimana proses rendering dan inferensi model berjalan secara lokal tanpa cloud.
Kemitraan dengan Qualcomm dan Nvidia menjadi sinyal bahwa Microsoft tidak hanya bergantung pada silikon buatan sendiri. Strategi ini memberi fleksibilitas bagi pengembang yang membutuhkan performa GPU kelas atas di perangkat Windows.
Suasana Build tahun ini terasa lebih cair dibanding Google I/O bulan lalu. Menurut Faith Chihil, manajer media sosial CNET yang hadir di kedua acara, pengumuman Microsoft lebih membumi. "Lebih banyak tentang mensintesis meeting dan menyelesaikan beban kerja, bukan tentang merencanakan pesta blok atau membeli tiket konser," katanya.
Meski begitu, Build tetap punya sisi spektakuler: grup EDM The Chainsmokers muncul—ternyata mereka juga venture capitalist—dan mesin hadiah bertema Clippy, ikon Office lawas, menjadi buruan peserta. Tapi di balik kemasan meriah, persoalan data center dan energi tetap menjadi bayangan yang tak bisa diabaikan Microsoft.