LAMPUNG — Pencari kerja dan calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi magister tanpa harus bergantung sepenuhnya pada dana pribadi kini punya opsi baru. LPDP membuka tiga jalur beasiswa co-funding—skema pendanaan bersama antara pemerintah dan penerima—untuk tahun akademik 2026.
Berbeda dengan beasiswa LPDP reguler yang menanggung seluruh biaya pendidikan dan tunjangan hidup, skema ini membagi beban biaya. Dalam beberapa program, LPDP membayar biaya kuliah sementara awardee menanggung biaya hidup, atau sebaliknya.
LPDP menyediakan tiga pilihan program studi dengan mitra universitas berbeda. Masing-masing memiliki durasi, lokasi, dan kewajiban pasca-lulus yang spesifik.
LPDP tidak merilis batasan usia atau IPK minimum dalam pengumuman resmi di akun Instagram @lpdp_ri. Namun, skema co-funding umumnya menyasar profesional muda dan fresh graduate yang memiliki kemampuan pendanaan parsial.
Kewajiban pasca-lulus menjadi pembeda utama. Untuk program GEM Co. Ltd, awardee harus kembali ke Indonesia dan berkontribusi selama dua kali durasi studi secara berturut-turut. Sementara untuk program Georgetown, tidak disebutkan kewajiban ikatan dinas secara eksplisit dalam bahan pengumuman.
Pendaftaran dibuka sejak 29 Mei 2026 dan akan ditutup pada 31 Juni 2026. Pelamar harus memantau linimasa seleksi yang terdiri dari beberapa tahap:
Informasi detail persyaratan dokumen dan tautan pendaftaran dapat diakses melalui akun Instagram resmi @lpdp_ri atau laman resmi LPDP. Pastikan mengecek pembaruan jadwal secara berkala karena tanggal seleksi dapat berubah.
Calon pelamar disarankan menyiapkan dokumen akademik (transkrip dan ijazah S1), surat rekomendasi, serta rencana studi yang jelas. Untuk program co-funding, penting juga menghitung kemampuan finansial pribadi karena sebagian biaya akan ditanggung sendiri.
Skema co-funding memberikan fleksibilitas lebih besar dibanding beasiswa penuh. Namun, pastikan membaca syarat khusus masing-masing program karena kewajiban kontribusi ke Indonesia berbeda antar mitra universitas.