BANDAR LAMPUNG — Harga pangan di ibu kota Provinsi Lampung ini menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Berdasarkan pantauan terbaru, harga bawang merah tercatat di level Rp53.500 per kilogram, sedangkan daging sapi masih bertahan di kisaran Rp138.750 per kilogram. Fluktuasi harga ini menjadi catatan penting bagi rumah tangga dan pelaku UMKM yang bergantung pada stabilitas bahan pokok.
Selain bawang merah, beberapa bahan pokok lainnya juga mengalami perubahan harga. Cabai rawit merah misalnya, masih berada di harga yang relatif tinggi, meski tidak disebutkan secara spesifik dalam data terbaru. Sementara itu, harga beras medium dan minyak goreng cenderung stabil dalam sepekan terakhir. Pedagang di Pasar Bambu Kuning mengaku bahwa pasokan barang masih lancar, namun daya beli masyarakat mulai menurun.
Kenaikan harga bawang merah di Bandar Lampung dipicu oleh berkurangnya pasokan dari sentra produksi di Jawa Timur. Musim hujan yang berkepanjangan membuat hasil panen menurun drastis. “Kami terpaksa ambil dari petani dengan harga lebih tinggi, jadi ya jualnya juga naik,” ujar seorang pedagang di Pasar Tugu, Bandar Lampung. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga dua pekan ke depan.
Kenaikan harga bawang merah dan daging sapi langsung dirasakan oleh ibu rumah tangga serta pemilik warung makan. Beberapa pemilik warung nasi di sekitar Teluk Betung mengaku terpaksa mengurangi porsi lauk atau menaikkan harga jual menu. Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bandar Lampung menyebut akan menggelar operasi pasar dalam waktu dekat untuk menekan lonjakan harga.