BANDAR LAMPUNG — Aksi mogok berjualan yang dilakukan pedagang daging sapi di Bandar Lampung memasuki hari kedua pada Selasa (23/6/2026). Pantauan di Pasar Tamin, Pasar Tugu, dan Pasar Kangkung menunjukkan seluruh lapak pedagang daging sapi tutup, sementara pedagang daging ayam dan ikan tetap beroperasi seperti biasa.
Di Pasar Tamin, area yang biasanya ramai dengan aktivitas jual beli daging sapi tampak kosong melompong. Tidak satu pun pedagang yang membuka lapaknya. Kondisi serupa terjadi di Pasar Tugu, di mana hanya pedagang daging ayam dan ikan yang masih terlihat sibuk melayani pembeli di sekitar lapak yang kosong.
Pembeli Tak Tahu Penyebab Pasti Mogok
Salah satu pengunjung Pasar Tamin, Fatmawati (56), mengaku sudah dua hari berturut-turut tidak menemukan penjual daging sapi. "Saya ke sini sejak kemarin memang tidak ada yang jualan," ujarnya saat ditemui di lokasi, Selasa (23/6/2026).
Fatmawati mengaku tidak mengetahui secara pasti apa yang melatarbelakangi aksi mogok tersebut. Informasi yang ia dapatkan hanya sepintas dari pedagang lain. Sementara itu, Suminah, pengunjung Pasar Tugu, menyebut aksi mogok ini terkait dengan harga daging yang dinilai terlalu mahal. "Biasanya yang jualan daging di sini. Cuma sekarang lagi mogok, katanya karena harga daging mahal," tuturnya.
Lantai Dua Pasar Kangkung Sepi Total
Kondisi paling parah terlihat di Pasar Kangkung. Lantai dua pasar yang biasanya dipenuhi pedagang daging sapi kini tampak sepi. Yang terlihat hanya pedagang daging ayam, cabai, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya. Tidak ada satu pun penjual daging sapi yang beroperasi di lantai tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari perwakilan pedagang ataupun pihak pengelola pasar terkait kapan aksi mogok ini akan berakhir. Para pembeli berharap masalah harga daging sapi segera menemukan titik terang agar pasokan kembali normal.